Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Mengharukan, Pria di Polman Terekam Kamera Kayuh Gerobak Sambil Panggul Anak

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 18 Desember 2020 09:20 WITA 874 tayangan 2 menit baca
Mengharukan, Pria di Polman Terekam Kamera Kayuh Gerobak Sambil Panggul Anak
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

POLEWALI,- Seorang pria di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menjadi perhatian setelah terekam kamera mengayuh gerobak jualan, sembari memanggul anak. Pada beberapa foto yang juga beredar luas di media sosial, sang pria tampak sedang melayani pembeli, sementara sang anak duduk di sampingnya.

 

Sejak video dan fotonya beredar di sosial, kisah mengharukan sang pria yang diketahui bernama Rahmat (40 tahun), langsung mendapat perhatian dari warganet.

 

Banyak yang mengungkapkan kekaguman, serta mendoakan Rahmat agar selalu berada dalam lindungan Tuhan. Diketahui, anak yang dipanggulnya bernama Abdul Kadir (3 tahun).

 

Beberapa tahun terakhir, Rahmat dan keluarga kecilnya hidup berpindah-pindah. Saat ini ia menumpang pada salah satu rumah warga di Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, dengan kondisi seadanya.

 

Rahmat mengaku tidak pernah menduga, jika keputusannya membawa sang anak berjualan, mendapat perhatian warga di media sosial, “ Saya tidak pernah menduga pak, “ kata Rahmat kepada wartawan di rumahnya, Kamis (17/12/2020).

[caption id="attachment_15220" align="alignnone" width="960"] Rahmat (40 tahun) bersama anaknya Abdul Kadir (3 tahun)[/caption]

 

Menurutnya, dia terpaksa membawa sang anak ikut berjualan, lantaran terus menangis jika ditinggal di rumah. Apalagi sang istri bernama Nurlina (34 tahun), saat ini disibukkan mengurus bayinya yang baru berusia beberapa bulan, “ Sebenarnya saya tidak mau ajak, cuman dia sendiri (Abdul Kadir) mau ikut, dia nangis terus, dia tidak mau sama ibunya, lebih tenang sama saya, “ ungkap Rahmat.

 

Kendati khawatir jika anaknya terus ikut berjualan, Rahmat mengaku tidak punya pilihan, “ Khawatir sudah pasti, tapi mau bagaimana lagi, di satu sisi kita harus jualan, kita juga harus pikirkan keselamatan anak, “ terangnya.

 

Diakui Rahmat, aktifitas membawa Abdul Kadir sudah berjalan sejak dua bulan terakhir. Tidak jarang aktifitas ini dilakukan hingga malam hari, “  Biasa jualan dari siang sampai malam, untungnya dia tidak rewel, dia pintar, kalau liat bapaknya repot jualan dia duduk saja, “ imbuhnya.

 

Namun demikian, Rahmat mengaku tidak selamanya memanggul Abdul Kadir saat ikut berjualan, “ Kalau dia lagi rewel saya panggul, tapi kalau lagi tenang, saya ajak jalan kaki sambil dorong gerobak, “ tuturnya sembari tertawa.

 

Sehari-hari, Rahmat memenuhi kebutuhan keluarganya mengandalkan penghasilannya sebagai penjual pempek tahu, yang dijajakan menggunakan gerobak kayuh. Namun sejak pandemi virus corona melanda, penghasilan yang diperolehnya merosot, “ Tidak sama sejak sebelum virus corona. Dulu jualan dari pagi smapai malam, sekarang cuman sore saja. Sekarang jualan kadang dari jam satu sampai isya, “ pungkasnya. (Thaya)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman