Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Mendagri Himbau Kepala Daerah Fokus Tangani Inflasi Daerah

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 8 November 2022 21:27 WITA 441 tayangan 2 menit baca
Mendagri Himbau Kepala Daerah Fokus Tangani Inflasi Daerah
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Waris Bestari dan Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulbar, Masriadi Nadi Atjo mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, secara virtual, di Kantor sementara Gubernur Sulbar, Senin (07/11). Rapat dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian . Dalam arahannya, Mendagri RI Tito Karnavian menghimbau seluruh kepala daerah di seluruh fokus menyelesaikan masalah inflasi. Permasalahan tersebut merupakan permasalahan global yang sangat berdampak kepada Negara Indonesia. “Banyak negara-negara Eropa yang inflasinya terus naik, namun kabar baiknya di Indonesia inflasi kita turun secara nasional. Di Bulan September kemarin 5,95 persen dan di Bulan Oktober ini sebesar 5,71 persen,”kata Tito melalui rilis yang diterima wartawan, Selasa (08/11/2022). Tito mengungkapkan solusi untuk mengandalikan inflasi dan perlu mendapat perhatian semua stakeholder. Diantaranya, komunikasi publik aktifkan TPID, aktifkan Satgas Pangan, BBM subsidi tempat sasaran ke masyarakat tidak mampu. Kemudian, laksanakan gerakan penghematan, gerakan tanam pangan cepat panen, laksanakan kerjasama antar daerah, intensifkan jaring pengaman sosial, dan kepada pihak Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) untuk dapat mengumumkan angka inflasi hingga kabupaten dan kota. Menurut Tito, perekonomian Indonesia semakin membaik di Bulan Oktober ini. Dirinya menyebut, Indonesia menduduki posisi ketujuh negara ekonomi terbesar di dunia. Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Abdul Waris Bestari menyampaikan, rapat koordinasi bersama Mendagri diharapkan bagi semua daerah di pelosok negeri dapat melihat dan mengevaluasi penyebab-penyebab inflasi, serta mampu menciptakan upaya yang akan dilakukan ke depan. "Alhamdulillah kita untuk Bulan November ini dan Oktober kita deflasi kecuali di beras, itu pun sedikit. Dan Alhamdulillah secara umum tidak mengalami kenaikan atau inflasi. Memang beberapa bulan yang lalu terjadi sedikit kenaikan pada saat harga cabe naik, namun Alhamdulillah minggu kemarin perlahan turun,"ujar Abdul Waris Abdul Waris mengungkapkan, Pemprov Sulbar bersama seluruh stakeholder terkait akan terus melakukan upaya mempertahankan kebutuhan pokok agar terus stabil di daerah, yang tentunya sinkron dengan beberapa intervensi dari Dinas Pertanian kepada masyarakat. "Mudah-mudahan cabe dengan bawang ini akan mengalami terus penurunan harga atau deflasi. Di Sulbar ini, Kabupaten Mamuju merupakan daerah terendah tingkat deflasi. Jadi kita itu masuk kategori deflasi secara umum,"bebernya. (rls)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman