FOTO : Tampak bagian dalam Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani.[/caption]
Masjid ini sengaja dibangun menyerupai Ka’bah dengan harapan warga khususnya umat muslim yang melihat bangunan ini selalu ingat kepada sang pencipta.
“Kan kalau masjid biasanya sudah umum lah. Kita buat seperti Ka’bah supaya siapapun yang melihatnya selalu ingat Tuhan Allah,” kata pengurus masjid, Muhammad Mahrus Ali kepada wartawan, Senin (23/02/2026).
Menurut Mahrus, pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2023 lalu dan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Proses pembangunan masjid ini menghabiskan waktu lebih kurang setahun lamanya.
Mahrus menyebut masjid mirip Ka’bah ini tidak hanya menjadi tempat beribadah warga setempat saja , namun juga difungsikan untuk sejumlah kegiataan keagamaan lain termasuk pesantren kilat.
“Setiap hari biasa habis magrib kami kumpulkan anak SD, SMP yang mau belajar fiqih, tajwid dan tauhid. Biasa juga untuk kegiatan pesantren kilat,” tuturnya.
Lanjut Mahrus mengungkapkan jika bentuk masjid yang mirip Ka’bah menjadi daya tarik warga. Tidak sedikit warga yang sengaja datang berkunjung ataupun sekedar mampir untuk melihat lebih dekat masjid ini.
“Terkadang ada orang yang lewat mampir di sini, atau ada yang jalan jauh sengaja singgah,” terangnya.
Diakui Mahrus, masjid ini juga menjadi tempat baginya melatih generasi muda untuk lebih memperdalam ilmu agama termasuk menjadi imam masjid.
“Tapi prinsip saya itu mengajari anak-anak muda untuk bisa jadi imam juga,” pungkas Mahrus yang juga imam Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani. (thaya) Melihat Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani Mirip Ka’bah di Wonomulyo Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 23 Februari 2026 18:33 WITA
246 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Bangunan Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menarik perhatian. Sebab, masjid ini dibangun dengan bentuk mirip Ka’bah di tanah suci Mekkah.
Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani terletak di Dusun Kebondalem, Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 15 x 24 meter persegi.
Bangunan utama masjid mirip Ka’bah ini berukuran 10 x 7 meter persegi dengan tinggi sekira 4 meter.
Kemegahan Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani sudah tampak dari luar. Apalagi, eksterior masjid ini didominasi warna hitam layaknya kabah yang merupakan kiblat umat Islam sedunia.
Pada dinding luar masjid terdapat tulisan arab berwarna silver yang tampak berkilauan. Ada juga ukiran berwarna keemasan menyerupai kiswah.
Sementara bagian dalam masjid dilapisi keramik pada bagian lantai dan sebahagian dindingnya. Serta diberi ukiran berpadu dengan warna minimalis.
[caption id="" align="alignnone" width="720"]
FOTO : Tampak bagian dalam Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani.[/caption]
Masjid ini sengaja dibangun menyerupai Ka’bah dengan harapan warga khususnya umat muslim yang melihat bangunan ini selalu ingat kepada sang pencipta.
“Kan kalau masjid biasanya sudah umum lah. Kita buat seperti Ka’bah supaya siapapun yang melihatnya selalu ingat Tuhan Allah,” kata pengurus masjid, Muhammad Mahrus Ali kepada wartawan, Senin (23/02/2026).
Menurut Mahrus, pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2023 lalu dan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Proses pembangunan masjid ini menghabiskan waktu lebih kurang setahun lamanya.
Mahrus menyebut masjid mirip Ka’bah ini tidak hanya menjadi tempat beribadah warga setempat saja , namun juga difungsikan untuk sejumlah kegiataan keagamaan lain termasuk pesantren kilat.
“Setiap hari biasa habis magrib kami kumpulkan anak SD, SMP yang mau belajar fiqih, tajwid dan tauhid. Biasa juga untuk kegiatan pesantren kilat,” tuturnya.
Lanjut Mahrus mengungkapkan jika bentuk masjid yang mirip Ka’bah menjadi daya tarik warga. Tidak sedikit warga yang sengaja datang berkunjung ataupun sekedar mampir untuk melihat lebih dekat masjid ini.
“Terkadang ada orang yang lewat mampir di sini, atau ada yang jalan jauh sengaja singgah,” terangnya.
Diakui Mahrus, masjid ini juga menjadi tempat baginya melatih generasi muda untuk lebih memperdalam ilmu agama termasuk menjadi imam masjid.
“Tapi prinsip saya itu mengajari anak-anak muda untuk bisa jadi imam juga,” pungkas Mahrus yang juga imam Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani. (thaya)
FOTO : Tampak bagian dalam Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani.[/caption]
Masjid ini sengaja dibangun menyerupai Ka’bah dengan harapan warga khususnya umat muslim yang melihat bangunan ini selalu ingat kepada sang pencipta.
“Kan kalau masjid biasanya sudah umum lah. Kita buat seperti Ka’bah supaya siapapun yang melihatnya selalu ingat Tuhan Allah,” kata pengurus masjid, Muhammad Mahrus Ali kepada wartawan, Senin (23/02/2026).
Menurut Mahrus, pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2023 lalu dan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Proses pembangunan masjid ini menghabiskan waktu lebih kurang setahun lamanya.
Mahrus menyebut masjid mirip Ka’bah ini tidak hanya menjadi tempat beribadah warga setempat saja , namun juga difungsikan untuk sejumlah kegiataan keagamaan lain termasuk pesantren kilat.
“Setiap hari biasa habis magrib kami kumpulkan anak SD, SMP yang mau belajar fiqih, tajwid dan tauhid. Biasa juga untuk kegiatan pesantren kilat,” tuturnya.
Lanjut Mahrus mengungkapkan jika bentuk masjid yang mirip Ka’bah menjadi daya tarik warga. Tidak sedikit warga yang sengaja datang berkunjung ataupun sekedar mampir untuk melihat lebih dekat masjid ini.
“Terkadang ada orang yang lewat mampir di sini, atau ada yang jalan jauh sengaja singgah,” terangnya.
Diakui Mahrus, masjid ini juga menjadi tempat baginya melatih generasi muda untuk lebih memperdalam ilmu agama termasuk menjadi imam masjid.
“Tapi prinsip saya itu mengajari anak-anak muda untuk bisa jadi imam juga,” pungkas Mahrus yang juga imam Masjid Sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani. (thaya) admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
