Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Masjid Nurul Hadiah Lampa di Polman Bina Mantan Preman hingga Tekun Ibadah

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 17 April 2023 11:22 WITA 1,059 tayangan 3 menit baca
Masjid Nurul Hadiah Lampa di Polman Bina Mantan Preman hingga Tekun Ibadah
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAPILLI,- Masjid Nurul Hadiah Lampa di Kabupaten Polewali Polewali (Polman), Sulawesi Barat, aktif membina jamaahnya dengan pendekatan zikir Tarekat Qadariah Naqsabandiyah (TQN). Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa dari ratusan jamaah masjid tersebut, beberapa orang adalah mantan preman yang berubah tekun beribadah. "Alhamdulillah, beberapa saudara kita yang sebelumnya sebagai preman, sudah berubah menjadi jamaah yang tekun beribadah. Di antara mereka ada beberapa yang menghabiskan sebagian besar waktunya di sini (masjid), " kata Imam Masjid Nurul Hadiah Lampa, Ustaz Adam Jefri saat dijumpai Sabtu (15/04/2023). Masjid Nurul Hadiah Lampa terletak di Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli. Lokasi masjid ini mudah dijumpai karena berada di tengah areal persawahan warga di sisi jalan Trans Sulawesi. Menurut Ustaz Adam, pembinaan jamaah Masjid Nurul Hadiah Lama selama ini dilakukan dengan pendekatan zikir ala TQN. “Berzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT karena ketauhidan akan makin meningkat,” ungkapnya. Sementara salah seorang jamaah bernama Arham (40 tahun), mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari jamaah TQN Masjid Nurul Hadiah Lampa. Diakui, kebiasaan buruk yang selama ini kerap dilakukan, berangsur terhenti sejak menjadi jamaah  TQN Masjid Nurul Hadiah Lampa. "Saya sangat bersyukur bisa bergabung di sini, sehingga berhenti dari kebiasaan setelah setahun di sini," tuturnya heran. Menurut Arham, dirinya pernah menjalani hidup sebagai preman selama bertahun-tahun. Perbuatan buruk dan melanggar aturan hingga membuatnya harus berurusan dengan polisi, sudah menjadi hal biasa baginya kala itu. "Saya sendiri heran bisa berhenti total dari kebiasaan bertahun-tahun. Pakai sabu sudah saya tinggalkan, tidak ada manfaatnya sama sekali. Bikin habis-habis uang.  Pakai HP-pun saya sudah tinggalkan," terang Arham meyakinkan. Ayah dua anak itu pun menceritakan secuil perjalanan hidupnya sebagai mantan preman. Berkelahi, judi, narkotika hingga diundang orang yang bersengketa soal tanah untuk "menghalau" lawan, diakui bukan hal baru baginya. "Hampir semua perbuatan buruk pernah saya lakukan, melanggar hukum, agama. Judi sabung ayam bahkan sabu-sabu sudah biasa semua bagi saya. Selalu juga saya dipanggil orang bersengketa (tanah). Hanya makan babi saya tidak pernah,"  ucap Arham. Arham lalu mengungkapkan awal mula menjadi jamaah Masjid Nurul Hadiah Lampa dan menjadi pengikut TQN. Bermula sering melihat para jamaah setiap melintas di jalan depan masjid. Dirinya mulai bertanya-tanya. Sampai seorang warga sekampungnya mengajak untuk datang ke masjid. "Awalnya saya biasa lewat, saya bertanya-tanya apa yang dilakukan orang di masjid. Tetangga saya lalu mengajak bergabung,“ ungkapnya. Arham mengaku sempat merasa agak sulit mengikuti kegiatan jamaah. Namun karena sudah bertekad untuk berubah, akhirnya bisa melakukan penyesuaian. Karena merasakan ketenangan, dirinya pun terdorong untuk selalu datang ke masjid. "Setiap merasa agak berat, saya langsung wudhu kemudian melaksanakan amalan zikir hingga akhirnya terbiasa. Lalu saya berpikir (merenung). Di situ saya menyesali perbuatan saya bertahun-tahun,  tidak ada manfaatnya akhirnya saya hilangkan semua..Saya sangat bersyukur kebiasaan saya bertahun-tahun di luar, sekarang sudah saya lupakan semua, apalagi hidup ini hanya sementara,” ucapnya. "Alhamdulillah, saya bisa berhenti. Biarpun sekarang ada yang bawakan ke saya. Orang bilang kita tidak tahan kalau melihat, sekarang biar di depan saya, saya tidak terpengaruh. Saya tidak peduli sama sekali," pungkas Arham. Masjid Nurul Hadiah merupakan pusat kegiatan TQN di daerah ini sejak 2013 yang merujuk ke Suryalaya, Jawa Timur. Diketahui, jamaah TQN di Sulbar mencapai ribuan orang yang tersebar pada sejumlah titik. Diantaranya, Polman, Majene, Mamuju, Pasangkayu. Selain itu, ada juga di Donggala, Sulawesi Tengah, serta Parepare, Makassar dan Gowa di Sulawesi Selatan. (emd/thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman