Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Lepas Ekspor Perdana Sapu Lidi ke India, ABM Berharap Makin Banyak Milenial Jadi Eksportir

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 22 April 2022 23:47 WITA 510 tayangan 2 menit baca
Lepas Ekspor Perdana Sapu Lidi ke India, ABM Berharap Makin Banyak Milenial Jadi Eksportir
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI, - Sebanyak 25 ton sapu lidi dari Polewali Mandar dikirim ke India sebagai komoditi ekspor. Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, berharap sebagai momentum untuk pemanfaatan berbagai potensi sebagai komoditi ekspor. Supaya makin banyak kaum milenial menjadi eksportir. Gubernur Sulbar menyatakan harapan tersebut, pada pelepasan secara resmi ekspor perdana sapu lidi ke India, di pelataran lapangan Pancasila, Kelurahan Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (22/04). Bahan ekspor komoditi pertanian itu dihasilkan pengusaha muda, Sadariah (22 tahun) yang mengelola usaha secara sederhana melalui CV Coco Mandar Indonesia. "Saya berharap makin banyak anak muda menjadi pengusaha, mencontoh kerja keras yang dilakukan Sadariah menjadi pengusaha eksportir sapu lidi, seperti yang kita saksikan hari ini," kata Ali Baal Masdar, dalam sambutannya, Jumat (22/04/2022). Gubernur yang kerap disapa ABM itu menyatakan salut dan mengapresiasi semangat Sadariah, berpikir kreatif menjadikan sapu lidi sebagai bahan ekspor. Ia mengatakan sangat banyak sumber daya alam di Polewali Mandar dan kabupaten lain di Sulawesi Barat, yang memungkinkan diolah sebagai peluang usaha akan menghasilkan nilai tambah, untuk menggerakan perekonomian. Sayangnya, makin berkurang anak muda yang  terjun di bidang pertanian. Lebih tertarik ke bidang lain, padahal daerah ini memiliki banyak potensi sumber daya alam yang memungkinkan dikembangkan. "Saya bangga, CV Coco Mandar Indonesia ternyata dikelola anak muda millenial seperti Sadariah, walau tinggal di desa, diam-diam menjadi pengusaha ekspor," ungkap ABM, memuji Sadariah, warga Desa Sambali-wali,  Kecamatan Luyo, yang memiliki kemampuan  usaha secara mandiri, memanfaatkan sapu lidi sebagai bahan ekspor. Gubernur ABM mengatakan potensi Sulawesi Barat di sub perkebunan sangat banyak. Salah satunya adalah kelapa. Ia menyebut data Badan Pusat Statistik tahun 2020, luas lahan perkebunan 42,955 hektar. Jumlah terbesar di Polman, yaitu 23.142, disusul Kabupaten Majene 9.000, dan Kabupaten Pasangkayu 4.752.  Sejak lama, diketahui kelapa hanya untuk dibuat kopra sebagai komoditi ekspor. "Padahal banyak ragam dari turunan kelapa yang semuanya bermanfaaat. Selain buah dan batangnya, akar, daun, sampai lidi. Semua bisa diolah menjadi nilai tambah, menandakan ragam potensi kelapa yang bisa menjadi bahan ekspor," tuturnya. Hingga kini, komoditas yang diekspor dari Sulbar lainnya terdiri cangkang, minyak sawit, kopi, kakao, dan briket batok kelapa. Dengan adanya ekspor sapu lidi, bertambah lagi ragam komoditi ekspor sehingga makin menggembirakan untuk meningkatkan ekspor yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi daerah ini. Pelepasan ekspor perdana sapu lidi ke India, dilakukan Gubernur Sulawesi Barat bersama Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, dihadiri Sekprov Sulawesi Barat Muhammad Idris, Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Forkopimda Polman, Kepala Karantina Pertanian Sulbar, perwakilan Kanwil Bea Cukai Makassar. (emd/Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman