Komitmen Dirga di Pulau Battoa Polman : Siapkan Perahu Gratis – Tingkatkan Beasiswa Pelajar
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 12 Agustus 2024 18:33 WITA
1,108 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Bakal calon bupati (Bacabup) Polewali Mandar (Polman) Dirga Adhi Putra Singkarru berkomitmen akan memberikan layanan perahu gratis bagi pelajar di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman.
Komitmen tersebut disampaikan saat berkunjung ke Pulau Battoa untuk bersilaturahmi dengan warga setempat, Minggu (11/08).
Selain itu, Dirga juga berjanji akan meningkatkan beasiswa untuk pelajar di pulau tersebut. Dia menilai pendidikan di Pulau Battoa masih sangat minim karena jauh dari kota Polewali.
"Sehingga perlu juga adanya intensif pendidikan untuk anak SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi paling tidak beasiswa nya dimaksimalkan, kalau perlu seluruh pelajar di pulau ini 100 persen mendapatkan beasiswa," kata Dirga dalam keterangannya, Senin (12/08/2024).
Menurut Dirga, perahu gratis tersebut nantinya dapat juga digunakan warga untuk urusan penting atau darurat. Dia memberi contoh, warga yang membutuhkan perahu secepatnya karena hendak ke rumah sakit.
Selain itu, Dirga juga menyinggung kesejahteraan nelayan setempat. Dia mengaku akan memberikan alat tangkap modern, perahu dan mesin untuk meningkatkan tangkapan nelayan saat melaut.
Pada kesempatan itu, dia juga berjanji akan mengembangkan Pulau Battoa dengan konsep desa nelayan maju jika terpilih menjadi Bupati Polman. Caranya dengan meningkatkan produk UMKM.
"Mengingat Pulau Battoa Tonyaman sebagai salah satu sentra penghasil ikan basah maupun ikan asin yang sangat berpotensi untuk dikembangkan," pungkasnya.
Sebelumnya masyarakat pulau Battoa menyampaikan keinginan kepada Dirga, agar disediakan perahu gratis bagi pelajar di daerah ini.
Menurut warga, selama ini mereka mengeluarkan biaya cukup besar membayar perahu sebagai sarana transportasi para siswa yang hendak ke sekolah di seberang pulau. Nilainya Rp 50 ribu per siswa setiap bulan.
Perjalanan dari Pulau Battoa menuju dermaga Desa Tonyaman membutuhkan waktu sekira 15 menit. Para pelajar lalu melanjutkan perjalanan ke sekolah masing-masing.
"Untuk membiayai biayai anak-anak dalam menuntut ilmu, banyak biaya pak, belum lagi sewa mobil dan lainnya, kami harap ada perahu gratis," terang salah satu warga Lendang Suriani.
Sementara salah satu warga Dusun Kapejang, Pulau Battoa, Sarkia juga meminta agar titik penjemputan perahu siswa ini dipisahkan antara Dusun Kapejang dan Dusun Lendang sehingga penjemputan lebih cepat.
"Tolong dipisah karena di pulau Battoa ini ada dua dusun sehingga lebih cepat pelayanannya, jika berangkat ke sekolah," jelasnya. (rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
