Kolaborasi Sulbar dan Jateng Tekan Angka Stunting di Sulbar
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 10 Oktober 2022 16:41 WITA
313 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Sulawesi Barat. Kunjungannya itu sebagai tindak lanjut kerjasama Pemprov Sulbar dan Jawa Tengah. utamanya mengatasi masalah stunting dan mengenai integritas.
"Semangat belajar inilah yang menjadi keinginan Sulbar mengundang untuk hadir, mengunggah spirit kami, menggugah semangat kami untuk lebih baik kedepan,"kata Pj Gubernur Sulbar Akmak Malik dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (10/10/2022).
Akmal Malik, mengatakan kehadiran Ganjar Pranowo bersama tim OPD menjadi sebuah kehormatan bagi Sulbar. Dirinya berharap bisa mendapat pemahaman dan pengetahuan yang komprehensif, terkait stunting dan sistem yang digunakan dalam Survey Penilaian Integritas.
Apalagi Sulbar merupakan daerah yang terbilang masih muda, sehingga Sulbar tentunya masih perlu banyak belajar, utamanya mengentaskan masalah stunting dan mengenai integritas.
"Semangat belajar inilah yang menjadi keinginan Sulbar mengundang untuk hadir, mengunggah spirit kami, menggugah semangat kami untuk lebih baik kedepan," ucap Akmal.
Akmal berharap, sinergi dan kolaborasi yang dibangun dapat menghasilkan sebuah perubahan, yang dapat membawa Sulbar maju dan sejajar dengan daerah lain.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, langkah yang dilakukan Sulbar merupakan bentuk kolaborasi yang baik, untuk berbagi pengalaman atas pencapaian menurunkan angka stunting.
"Jawa Tengah tidak hebat amat, tapi kita bisa cerita karena pasti kondisinya berbeda. Kami punya pengalaman yang pak Akmal ingin sharing terkait stunting dan integritas,"tutur Ganjar.
Ganjar mengaku, sengaja membawa beberapa tim seperti Bappeda, Kadis Pendidikan, UMKM dan beberapa OPD terkait, untuk sharing tekhnis intervensi yang akan dilakukan.
"Stunting itu data, lalu treatment, kolaborasi antar OPD. Membangun integritas harus dimulai dari contoh, nah contoh itu harus konsisten bagaimana tidak korupsi, tidak menerima gratifikasi, pengelola LHKPN dan itu menjadi semangat,"bebernya.
Pada kesempatan sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunna Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulbar Junda Maulana, menjelaskan lokakarya yang dilakukan menjadi istimewa, lantaran dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo.
Menurutnya, stunting menjadi issu nasional dan menjadi fokus perhatian pemerintah, sehingga dibutuhkan penanganan dan pencegahan yang dilakukan secara terpadu.
"Kita berharap dari pertemuan ini kita memperoleh masukan dan rekomendasi strategi percepatan penurunan stunting kedepan," tutup Junda.
Untuk diketahui, angka stunting di Sulbar mencapai 33,8 persen, berada di rangking 33 dari 34 provinsi se Indonesia.
Lokakarya ini turut dihadiri para Bupati /Wakil Bupati se-Sulbar, Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, Kapolda Sulbar, Irjen Pol.Veddy Iskandar Bitticaca, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Ketua TP PKK Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo, pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar dan Pemprov Jawa Tengah , dan undangan lain. (rls/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.