Gubernur Sulbar Harap Kolaborasi Pemprov-Pemkab Mamuju Bangun Jaringan Listrik di Karampuang
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 21 Desember 2021 22:15 WITA
417 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar, menghadiri rapat pemaparan hasil akhir Facility Study oleh Tim Puslantek-COT Fakultas Teknis Universitas Hasanuddin, terkait peningkatan daya saing perekonomian, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur sumber daya listrik.
Pemaparan berlangsung di Aula Kantor ESDM Sulbar di Mamuju, Selasa (21/12). Pada kesempatan itu, Gubernur berharap tercipta kolaborasi antara Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, untuk mensukseskan pembangunan infrastruktur sumber daya listrik di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju.
"Rapat ini membahas perencanaan pembangunan jaringan listrik Pulau Karampuang, yang membutuhkan dana 5 sampai 7 miliar. Untuk itu, diharapkan tercipta kolaborasi antara Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, serta pihak PLN yang akan menanggung jaringan listrik. Pemkab Mamuju bertanggungjawab pada pembebasan lahan di dua titik sementara Pemprov Sulbar fokus pada pembangunan Tower listriknya,"ujar Ali Baal melalui rilis yang diterima wartawan, Selasa siang (21/12/2021).
Pembangunan jaringan listrik di Pulau Karampuang dianggap perlu, karena Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada di pulau tersebut saat ini, tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat Karampuang dan sekitarnya.
Selain itu, komponen peralatan pembangkit PLTS di Karampuang, dianggap mengalami penurunan kapasitas, sehingga masyarakat di sana tidak dapat menikmati sumber daya listrik secara memadai.
"Kita target pembangunan ini di mulai pada Tahun 2022 dan akan terus lanjut Tahun 2023. Kalau masih belum selesai, kita lanjutkan lagi Tahun 2024. Diharapkan pembangunan ini akan terus berlanjut, sehingga Karampuang dapat berkembang seperti daerah lain. Kita ingin semua masyarakat kita senang,"pungkas Ali Baal.
Manager PLN UP3 Mamuju, Didik Krismanto menyampaikan, sesuai hasil evaluasi yang telah dilakukan bersama pihak Pemprov Sulbar dan Universitas Hasanuddin, disepakati 10 Mega Watt yang diprediksi mencapai 5.800 pelanggan hingga 10 tahun kedepan.
"Kami siap mendukung kebijakan Pemprov Sulbar. Nanti kita juga akan menunggu pola kerjasama seperti apa yang akan diterapkan, tentunya harus sesuai regulasi izin wilayah usaha yang secara aturan telah ditetapkan sebelumnya," bebernya.
Presentasi pemaparan hasil akhir Facility Study oleh Tim Puslantek-COT Fakultas Teknis Universitas Hasanuddin, turut dihadiri Plt. Kepala Dinas ESDM Sulbar, Amir Dado. (Rls/Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.