Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kisah Polisi di Mamuju, Dirikan Sekolah Rakyat untuk Anak Terdampak Pandemi

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 25 Oktober 2021 17:15 WITA 452 tayangan 3 menit baca
Kisah Polisi di Mamuju, Dirikan Sekolah Rakyat untuk Anak Terdampak Pandemi
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak besar pada semua sektor kehidupan, tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Banyak anak usia sekolah yang kesulitan mendapatkan pendidikan layak, karena ketiadaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran di masa pandemi. Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan dari banyak kalangan, salah satunya dari Bhabinkamtibmas Polsek Urban Mamuju, Polresta Mamuju, Polda Sulawesi Barat, Bripka Lexi, MP, SH. Bersama sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Kurungan Bassi (Kompak), Lexi mendirikan sekolah rakyat untuk memberikan pelajaran tambahan bagi anak terdampak pandemi di daerah ini. Sekolah rakyat yang telah difungsikan sejak dua bulan terakhir itu, berada di Lingkungan Kurungan Bassi, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. “ Berjalannya kurang lebih sejak dua bulan terakhir. Berawal ketika saya melihat sekelompok pemuda di sana memberikan pelajaran tambahan untuk anak-anak di teras rumah. Kemudian kami berbincang dengan pemuda di situ dan warga setempat, hingga akhirnya disepakati membangun suatu tempat khusus, meski sederhana, bisa digunakan sebagai tempat melangsungkan proses belajar mengajar, “ ungkap Lexi kepada wartawan, Senin (25/10/2021). Bangunan sekolah rakyat yang didirikan Lexi bersama Kompak, berukuran sekira 3x5 meter, beratapkan daun rumbia. Hampir semua sisi bangunan diberi dinding seadanya, dari kayu dan bambu. “ Kami bersama komunitas pemuda kompak, sepakat untuk membangun ‘sekolah rakyat’, asalkan bisa digunakan untuk belajar, anak-anak yang selama ini tidak sekolah karena pandemi, “ tutur ayah dua anak ini. Menurut Lexi, selain ikut serta menginisiasi proses pembangunan sekolah rakyat ini, dirinya juga terlibat aktif memberikan pelajaran tambahan untuk anak-anak di daerah tersebut. Tidak mengherankan, jika kehadiran Lexi, baik saat berseragam dinas kepolisian, maupun saat mengenakan pakaian biasa selalu dinanti para murid. “ Jadi, sehabis lepas tugas kalau sore hari, kami menyempatkan waktu datang kesitu. Mencoba mengajar anak-anak di sana, “ tandas pria 32 tahun ini. “ Tenaga pengajar di sana juga berasal dari komunitas pemuda, yang dianggap bisa memberikan pelajaran sebagaimana mestinya, “ sambungnya. Diakui Lexi, sejak didirikan, keberadan sekolah rakyat ini mendapat apresiasi positif dari banyak kalangan maupun warga setempat. Bantuan buku-buku pelajaran juga mulai berdatangan dari sejumlah relawan. “ Jadi selama ini kami sudah banyak menerima bantuan dari relawan, berupa buku, alat tulis, buku bacaan, buku gambar, dan lain-lain, “ bebernya. Tercatat, hingga saat ini sudah ada 15 belas anak, yang aktif mengikuti pelajaran tambahan di sekolah rakyat ini. Satu diantaranya yang telah berusia 8 tahun, diketahui belum pernah bersekolah. “ Kurang lebih 15 orang yang aktif, dari beberapa tingkatan usia antara 5 sampai 10 tahun. Ada salah satu diantaranya yang usianya sudah delapan tahun, tapi selama ini tidak pernah masuk sekolah, karena menurut orang tua, alasannya kurang lancar berbicara, akhirnya tidak mau bersekolah, “ tandas Lexi. Kendati jauh dari kesan formal, keberadaan sekolah rakyat ini diharapkan bisa menjadi pelecut semangat bagi anak-anak di daerah ini, agar tetap giat dan rajin belajar menuntut ilmu, kendati dalam kondisi yang serba terbatas, akibat badai pandemi COVID-19. (Thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman