Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kisah Lansia di Polman Kayuh Sepeda Ontel Puluhan Kilo Jualan Kasur dan Tikar

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 31 Januari 2023 19:07 WITA 430 tayangan 3 menit baca
Kisah Lansia di Polman Kayuh Sepeda Ontel Puluhan Kilo Jualan Kasur dan Tikar
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Pria lanjut usia (lansia) bernama Abdul Rauf (63 tahun) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berjuang menyambung hidup dengan berjualan kasur dan tikar menggunakan sepeda ontel. Hampir setiap hari, dirinya harus mengayuh sepeda sejauh puluhan kilometer, berkeliling kampung mencari warga yang mau membeli dagangannya. Sehari-hari Abdul Rauf tinggal di Jalan Padi Unggul, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Dirinya menempati sepetak rumah yang disewa 300 ribu rupiah perbulan. Pekerjaan sebagai penjual keliling ini telah digelutinya sejak tahun 1980. "Sudah puluhan tahun jualan ini, awalnya barang jualan saya pikul, setelah itu naik sepeda," kata Abdul Rauf saat dijumpai wartawan, Kamis (26/01/2023). Menurut Abdul Rauf, sudah sangat lama dirinya tinggal seorang diri. Istri dan dua anaknya diakui memilih tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan. "Istri dan dua anak yang lain tinggal di Makassar, dulu pernah datang ke sini, tapi kembali ke Makassar, karena anak dan cucu sekolah di sana," ungkapnya. Diceritakan Abdul Rauf, perjuangannya menjajakan barang dagangan kerap harus ditempuh dengan melalui medan terjal dan berliku. Kendati kerap merasa lelah saat mengayuh sepeda tua pada usia yang tidak lagi muda, tidak lantas membuat dirinya menyerah untuk mengumpulkan sedikit rupiah. Sesekali dirinya berhenti sejenak, sekedar untuk beristirahat sembari mengatur nafas yang mulai ngos-ngosan. [caption id="attachment_20644" align="alignnone" width="1020"] Abdul Rauf, penjual kasur dan tikar yang berkeliling menggunakan sepeda ontel.[/caption] Abdul Rauf juga mengaku kerap harus berjualan hingga malam hari. Apalagi ketika dirinya terhalang cuaca buruk. Tidak jarang pula dirinya harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, sembari memikul barang dagangannya. "Kalau saya sudah tidak kuat kayuh sepeda, apalagi kalau jalannya sangat menanjak dan seberangi sungai, saya tetap lanjut tapi berjalan kaki sambil saya pikul barang jualan," tutur Abdul Rauf sambil tersenyum. Diakui Abdul Rauf, pendapatan yang diperoleh dari hasil berjualan kasur dan tikar tidak seberapa. Terkadang hanya satu hingga dua juta rupiah perbulan. Sebab, tidak sedikit warga yang membeli barang dagangannya dengan cara berhutang. “Kalau pendapatan tidak seberapa, terkadang hanya cukup untuk makan sehari-hari dan bayar sewa rumah, soalnya banyak yang suka berhutang,” tuturnya. Bahkan, dirinya juga mengaku kerap harus menelan kerugian, lantaran terkadang ada warga yang telah mengambil barang dagangannya dengan cara berhutang, namun enggan membayar kendati telah berulang kali ditagih. Padahal barang dagangan tersebut diperoleh Abdul Rauf dengan cara membeli secara tunai pada sejumlah toko besar di daerah ini. “Sering juga ada yang tidak mau bayar, meski ada uang, kalau sudah dua sampai tiga kali ditagih, saya ikhlaskan saja, meski rugi tidak apa-apa, ada Tuhan yang mengatur rezeki,” tutupnya. (Tjhaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman