Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Derita Patimah, Janda Lansia di Polman Kerap Jadi Korban Kejahatan - Bansosnya Terhenti

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 9 Juli 2026 10:02 WITA 233 tayangan 3 menit baca
Derita Patimah, Janda Lansia di Polman Kerap Jadi Korban Kejahatan - Bansosnya Terhenti
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Malang nasib janda miskin lanjut usia (lansia) bernama Patimah (60) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Dia kerap menjadi sasaran pelaku kejahatan ketika berjualan di pasar. Patimah merupakan warga Dusun Tangnga-Tangnga, Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli. Meski usianya tak lagi muda, dia masih harus berjuang mencari nafkah demi menyambung hidup sejak ditinggal sang suami. Sehari-hari Patimah berjualan di Pasar Induk Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo. Lapak sederhana berukuran sekria 2 x 2 meter menjadi tempatnya menggantungkan harapan hidup. Di Lapak tersebut, Patimah menjual hasil bumi seperti pisang, singkong, ubi jalar, gula, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.  Seluruh barang dagangan tersebut bukan miliknya, melainkan titipan warga yang dia jual dengan sedikit keuntungan. “Barangnya orang lain yang saya jual. Saya hanya ambil sedikit keuntungan,” kata Patimah kepada wartawan, Kamis (09/07/2026). Diakui ibu satu anak ini, profesi sebagai penjual di pasar telah lama dijalani. Meski usinya tak lagi muda dan fisiknya sudah tidak sekuat dulu lagi, dia tetap bertahan lantaran tidak memiliki sumber penghasilan lain. Bahkan, Patimah rela bermalam di lapak demi menghemat biaya transportasi pulang pergi ke rumahnya yang berjarak cukup jauh dengan pasar. Dia rela tidur di lapak tak berdinding tersebut, meski hanya beralaskan selembar papan. Sesekali Patimah terbangun saat merasakan dinginnya malam yang seolah mampu merobek kulitnya yang keriput. Ataupun ketika mendengar suara kendaraan atau langkah kaki warga yang melintas di depan lapaknya. "Bermalam di pasar siang malam, tidak pernah pulang ke rumah karena biaya pulang mahal," ungkapnya. Meski sepanjang hari menghabiskan waktu di pasar untuk berjualan, kerja keras Patimah belum tentu membuahkan hasil. Dalam sehari, keuntungan yang diperolehnya sangat sedikit, berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Tidak jarang dia hanya dapat mengelus dada, lantaran tak satupun barang dagangannya yang terjual. "Paling banyak dapat Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sehari. Kadang juga cukup untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan biasa tidak ada yang laku," ujarnya. Ironis, di balik kerasnya perjuangan yang harus dijalani untuk mencari nafkah, Patimah beberapa kali menjadi korban tindak kejahatan saat berjualan di pasar. Modus pelaku beragam, mulai berbelanja menggunakan uang palsu hingga membawa kabur barang dagangan saat Patimah lengah. "Sering tertipu. Ada yang pernah beli ubi pakai uang palsu 100 ribu, kita kasih kembaliannya 90 ribu. Pernah juga waktu saya pergi mandi, gula sekitar 10 kilogram dibawa kabur pencuri. Terpaksa saya yang mengganti karena barang itu milik orang," tuturnya meyakinkan. Cobaan hidup yang harus dijalani Patimah akibat kondisi ekonomi yang serba terbatas terasa semakin berat, lantaran tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Padahal, bantuan tersebut pernah dirasakan beberapa tahun lalu. Namun, tanpa mengetahui penyebabnya, bantuan itu berhenti dan hingga kini tidak pernah lagi diterimanya. “Sudah lama tidak terima bantuan. Dulu pernah dapat bantuan uang Rp300 ribu sekitar dua atau tiga kali. Setelah itu tidak pernah lagi. Saya juga tidak tahu kenapa, tidak pernah ada yang menjelaskan,” pungkasnya. Kisah Patimah menjadi potret masih adanya warga lanjut usia yang berjuang sendiri di tengah keterbatasan ekonomi. Di saat berbagai program bantuan sosial terus digulirkan pemerintah, masih ada masyarakat yang mengaku belum lagi merasakan manfaatnya, meski setiap hari harus bekerja keras hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup paling dasar. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman