WONOMULYO,- Sepekan sudah peristiwa kematian Yus Yunus (25 Tahun), pria asal Dusun Tamaranu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Duka mendalam masih dirasakan pihak keluarga, tak terkecuali Mila Rahmawati (21 Tahun), sang istri tercinta.
Betapa tidak, Mila Rahmawati tidak pernah menduga, pria yang sejak empat tahun jadi pendamping hidupnya, pergi untuk selamanya dengan cara tragis.
Yus Yunus yang berprofesi sebagai sopir truk, meregang nyawa setelah dianiaya sekelompok massa, lantaran dituding sebagai penabrak seekor babi dan warga setempat hingga tewas, saat berkendara menggunakan truk di Jalan Trans Kabupaten Dogiyai, Papua, Minggu lalu, (23/02/20).
Menurut Mila, Sabtu malam, (22/02/20), adalah kesempatan terakhirnya menikmati kebersamaan dan kasih sayang dari korban. Dirinya tidak pernah menduga, jika Yus Yunus yang kala itu kembali bekerja sebagai sopir truk ke pedalaman Papua, akan pergi untuk selamanya, “ Apalagi sebelumnya, Almarhum memang sempat memberi kabar kalau memang telah terjadi kecelakan di jalan, cuman dia tidak sempat menjelaskan siapa yang kecelakaan dan gara-gara apa, karena telponnya buru-buru dimatikan “, ujar Mila Karmila, kepada wartawan, Sabtu (29/02/20).
Kata dia, sebelum kejadian almarhum tidak pernah menunjukkan gelagat ataupun prilaku aneh , “ Hanya saja, sebelum meninggalkan rumah, dia meminta dibuatkan sayur bayam untuk disantap, padahal selama ini dia paling tidak suka menyantap sayur bayam, diapun sempat mengeluarkan kata-kata yang membuat saya sedih “, kata Mila sambil mengusap air matanya.
Kabar kematian almarhum Yus Yunus baru diketahui Mila Rahmawati, melalui sambungan telepon dari Hasriani (29 Tahun), salah satu kakak iparnya, yang bekerja di Rumah Sakit Paniai, Papua.
Bagi Mila Rahmawati, sosok Yus Yunus merupakan seorang pria penyayang dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Selama menjalani biduk rumah tangga, tak sekalipun Yus Yunus bersikap kasar kepada sang istri, apalagi marah, “ Dia itu pria yang sangat penyayang, suka memberikan kejutan dan selalu mengajak saya ke tempat romantis khususnya pada hari-hari spesial “, kenangnya.
Diakui Mila, perkenalan dengan sang suami yang kemudian mengajaknya untuk menikah tidak berlangsung lama, “ Kami kenal saat saya baru seminggu berada di Nabire, perkenalan saya dengan almarhum berkat teman, setelah sebulan pacaran kami memutuskan untuk menikah “ ungkap wanita yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Kini tidak ada lagi kisah romantis yang dapat dirajut Mila Rahmawati, bersama Yus Yunus yang hobby memancing. Semuanya berakhir dalam sebuah tragedi yang mengundang keprihatinan dan amarah banyak warga dari berbagai belahan wilayah di tanah air.
Apalagi video penganiayaan terhadap Yus Yunus telah beredar luas di media sosial, memperlihatkan para pelaku dengan beringas tanpa menunjukkan rasa iba, beramai-ramai melakukan aksi main hakim kepada korban, di depan polisi yang tidak berdaya untuk memberikan pertolongan.
Meski harus merelakan kepergian sang suami tercinta, Mila Rahmawati berharap, proses hukum terhadap para pelaku penganiayaan suaminya bisa ditegakkan sesuai aturan yang berlaku, “ Saya berharap, aturan dapat ditegakkan, para pelaku dapat segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Semoga peristiwa yang menimpa suami saya bisa menjadi menjadi pelajaran, dan tidak terulang lagi “, pungkas Mila berusaha tegar. (Thaya)
