Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kembangkan Olahan Rumput Laut, UKM Samaturu di Lantora Terkendala Pemasaran  

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 8 September 2020 12:31 WITA 421 tayangan 3 menit baca
Kembangkan Olahan Rumput Laut, UKM Samaturu di Lantora Terkendala Pemasaran   
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

POLEWALI,- Sekelompok ibu rumah tangga di Kabupaten Polewali Mandar, berupaya meningkatkan sumber perekonomian keluarga dengan mengembangkan olahan makanan dan minuman berbahan dasar rumput laut. Namun sayang upaya tersebut terkendala pemasaran.

 

Seperti diungkapkan Hj Harmia (48 Tahun), sebagai ketua Kelompok Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) Samaturu di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali.

 

“ Sebenarnya sudah sejak dulu kita berhasil mengembangkan olahan makanan dan minuman berbahan dasar rumput laut, hanya saja belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena belum begitu dikenal, apalagi pemasarannya masih cukup sulit “, kata Harmia kepada wartawan di rumahnya, Selasa (08/09/20).

 

Kendati sudah berulang kali diperkenalkan pada sejumlah kegiatan event maupun pameran pembangunan yang digelar di daerah ini, diakui Harmia, sejauh ini olah rumput laut yang dibuatnya masih sepi peminat, “ Ya begitu saja, padahal sudah sering kita ikutkan pameran dan kegiatan lainnya, tapi belum banyak peminat. Pesanan hanya datang dari orang terdekat saja, sesekali ada dari dinas-dinas tertentu “, ungkapnya.

[caption id="attachment_14060" align="alignnone" width="840"] Rumput laut, yang menjadi bahan dasar pembuatan olahan makanan dan minuman oleh UKM Samaturu, di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar[/caption]

Menurut ibu empat anak ini, selain diolah menjadi minuman segar seperti jus, rumput laut juga dapat dibuat menjadi makanan ringan, seperti kerupuk, aneka macam kue, hingga permen. Untuk segelas jus rumput laut dihargai 5000 rupiah, kerupuk dijual seharga 70 ribu rupiah per kilogram. Sementara kue dan permen, masing-masing dijual seharga 30 ribu rupiah per loyang dan 1000 rupiah per biji.

 

Walau untuk mendapatkan bahan baku rumput laut bukan perkara sulit, lantaran hampir semua warga di daerah ini bekerja sebagai pembudidaya rumput laut. Diakui Harmia, dibutuhkan waktu cukup lama, untuk mengolah rumput laut kering menjadi bahan makanan dan minuman, “ Butuh waktu sekira 10 hari, mulai dari proses pengeringan hingga pengolahan “, ujarnya.

 

Sebelum dikeringkan, rumput laut terlebih dahulu dicuci bersih dan direndam menggunakan air kapur atau air tajin, “ Itu fungsinya, untuk menghilangkan bau amis pada rumput laut, proses perendaman dilakukan semalaman, kemudian dikeringkan sepanjang hari, dilakukan sebanyak tiga kali “, terang Harmia.

[caption id="attachment_14062" align="alignnone" width="840"] Pengunjung mencicipi rasa olahan makanan dan minuman berbahan dasar rumput laut, yang dihasilkan UKM Samaturu di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.[/caption]

Sejauh ini, diakui Harmia, omset yang diperoleh UKM yang beranggotakan 9 ibu rumah tangga ini, hanya mencapai 500 ribu rupiah perbulan, jauh dari target yang ingin dicapai, “ Padahal saya sangat ingin bisa menjadi orang sukses dibidang olah rumput laut, apalagi ini bisa mendongkrak perekonomian warga setempat “, bebernya.

 

Harmia juga mengaku, UKM Samaturu yang dipimpinnya dibentuk sejak tahun 2012 lalu, telah mendapat pembinaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, “ Kami juga sudah pernah mendapat, bantuan peralatan dari pemerintah “, pungkasnya. (Thaya)

 

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman