Kasus Babi Mati di Polman Akibat Virus Bertambah Jadi 115 Ekor, Peternak Diimbau Batasi Interaksi
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 7 Juli 2026 11:59 WITA
219 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Jumlah ternak babi mati akibat wabah penyakit di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan terus bertambah hingga menjadi 115 ekor. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dipastikan ternak mati tersebut mati akibat terinveksi virus Aftican Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika dan virus Classical Swine Fever (CSF) atau Kolera Babi.
“Sudah ada hasil laboratoriumnya. Positif ASF dan CSF. Kematian bertambah sehingga total mati kurang lebih 115 ekor,” kata Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh.Isnaini Bagenda kepada wartawan, Selasa (07/07/2026).
Isnaini mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 1.105 ekor babi yang berpotensi terpapar penyakit tersebut. Populasi ternak yang berisiko tersebar di delapan desa dan kelurahan di Kabupaten Polman.
“Populasi berisiko atau terancam di delapan desa kelurahan sebanyak 1105 ekor,” ujarnya.
Menurut Isnaini, hingga kini belum tersedia vaksin untuk mencegah penyebaran virus ASF. Diakui, upaya pengendalian dapat dilakukan dengan sejumlah langkah seperti pengawasan lalu lintas ternak, penyemprotan disinfektan pada kandang dan kendaraan pengangkut hewan, serta pengendalian hama yang berpotensi menjadi media penyebaran virus.
“Belum ada vaksin ASF. Upaya pencegahan dapat dilakukan sejumalah cara, mulai dari pengawasan lalu lintas ternak, disinfeksi mobil pengangkut hewan termasuk kandang serta memgendalikan hama (ternak) yang berpotensi menyebarkan virus,” bebernya.
Meski virus ini tidak menular pada manusia, peternak diminta membatasi interaksi dengan sesama peternak untuk sementara waktu, termasuk tidak saling meminjam peralatan kandang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko penyebaran penyakit antarlokasi peternakan.
“Virus ini tidak menular pada manusia. Meski begitu, interaksi sesama peternak menjadi faktor potensial penyebaran virus, jadi wajib dihentikan sementara waktu apalagi jika sampai saling meminjam peralatan ternak,” pungkas Isnaini.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 83 ekor babi ternak di Dusun Salupaku, Desa Indo Makkombong, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, dilaporkan mati mendadak akibat diduga terjangkit Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulbar bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros terjun ke lokasi untuk melakukan investigasi.
“Total mati 83 ekor. Dugaan mengarah ke Demam Babi Afrika atau African Swine Fever," kata Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaini Bagenda melalui pesan singkat, Rabu (01/07). (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
