Jokowi: Pemberlakuan Normal Baru Harus Hati-Hati
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 10 Juni 2020 22:26 WITA
558 tayangan
2 menit baca
SULBAR,- Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, didampingi Sekprov Sulbar Muhammad Idris serta Kepala BPKP Sulbar Hasaloan Manalu, melakukan video Conference dengan Presiden RI Jokowi dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat provinsi, di ruang oval lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (10/06/20).
Presiden berharap, pembukaan daerah menuju tatanan baru yang aman dari Covid-19, harus melalui tahapan yang ketat dan hati-hati, “ Pembukaan sebuah daerah menuju sebuah tatanan baru, masyarakat yang produktif dan aman Covid-19, perlu saya ingatkan, harus melalui tahapan-tahapan yang ketat, harus melalui tahapan-tahapan yang hati-hati. Jangan sampai ada kesalahan kita memutuskan, sehingga terjadi kenaikan kasus di sebuah daerah karena tahapan-tahapan tidak kita kerjakan secara baik," ujar Jokowi.
Kata dia, saat ini kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan, sehinga masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19, “ Oleh karena itu, terkait pemberlakuan tatanan normal baru , harus dilakukan secara hati-hati, dan memperhatikan data serta fakta yang ada di lapangan," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Pada kesempatan itu, Jokowi meminta setiap daerah memiliki data lonjakan kasus, agar bisa menjadi peringatan untuk selalu waspada dalam penanganan di lapangan, " Saya minta nanti kalau data-data sudah sebagus itu, setiap hari diberikan peringatan kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi atau kasusnya meningkat, atau kematiannya tertinggi. Kita juga telah menggunakan indikator-indikator yang lengkap berbasis saintifik sesuai dengan standar WHO untuk menganalisis data-data dari daerah," tandas Jokowi. (ADVETORIAL)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.