Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Jenderal M Jusuf, Panglima ABRI yang Merakyat

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 6 November 2022 10:36 WITA 298 tayangan 3 menit baca
Jenderal M Jusuf, Panglima ABRI yang Merakyat
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosok - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
PADA masa Orde Baru, hampir semua jabatan strategis di negara ini, sipil dan militer ditentukan oleh Presiden Soeharto. Termasuk Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) atau Pangab yang kala itu membawahi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Jenderal Muhammad Jusuf, adalah salah satu tokoh militer yang pernah menjadi Pangab dan dikenal sebagai panglima yang merakyat. Jenderal Muhammad Jusuf menjabat Menteri Perhahanan dan Keamanan (Menhankam) sekaligus Panglima ABRI selama lima tahun (29 Maret 1978 sampai 19 Maret 1983), merupakan salah satu tokoh militer yang sangat berpengaruh dalam sejarah kemiliteran Indonesia. Bahkan, sebelum menjadi pimpinan tertinggi ABRI, Jusuf selama beberapa tahun berkiprah di lingkungan nonmiliter, antara lain sebagai Menteri Perindustrian Ringan Karena sosoknya yang merakyat, bangsawan Bone Sulawesi Selatan kelahiran 23 Juni 1928 dengan nama lengkap Andi Muhammad Jusuf Amir, tidak pernah mau menggunakan gelar Andi di depan namanya. Meski sangat layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan setelah meninggal, M Jusuf dikebumikan di pemakaman keluarganya. Presiden Soeharto mengangkat M Jusuf sebagai pimpinan tertinggi militer Indonesia setelah 14 tahun tidak berseragam militer atau berada di lingkungan sipil. Ketika diangkat sebagai Pangab, Jusuf harus menyesuaikan diri dengan dunia militer yang sudah mengalami perubahan cara baris-berbaris. Bahkan harus latihan baris-berbaris selama tiga hari sebelum pelantaikan sebagai Menhankam / Pangab. Dilansir dari tempo.co yang mengutip buku Dr. Salim Said: "Dari Gestapu ke Reformasi Serangkaian Kesaksian", pangkat terakhir M Jusuf di ABRI adalah Brigadir Jenderal dengan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin. Semasa memimpin Kodam Hasanuddin, M Jusuf berhasil menumpas pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan. Pada awal era Orde Baru, M Jusuf berperan penting dalam peralihan era kepemimpinan Soekarno ke Soeharto. Ketika menjabat sebagai sebagai Menhamkam/Pangab, M Jusuf dikenal sangat dekat dengan para prajurit. Ia memiliki kebiasaan mendatangi barak dan bertanya soal kesejahteraan mereka. Bertemu dengan istri dan anak-anak prajurit di barak, mendengar keluhannya dan mencari jalan keluarnya. Sosok Jenderal M Jusuf saat itu sangat populer sebagai Panglima yang Merakyat, sebagai Jenderal yang dekat dengan prajurit. Saat itu belum ada media sosial, sehingga sulit untuk mengatakan yang dilakukan adalah pencitraan demi mengangkat popularitas. Sempat tersiar kabar yang menyudutkan M Jusuf karena kepopulerannya. Dalam suatu kesempatan diundang rapat di kediaman Presiden Soeharto di Cendana. Dalam rapat tersebut, Mendagri Amir Machmoed mengatakan bahwa semakin populernya Jenderal M Jusuf selaku Menhamkam/Pangab, diduga ada ambisi tertentu yang perlu ditanyakan kepada yang bersangkutan. Mendengar Amir Machmoed, Jenderal M Jusuf merasa disudutkan karena yang dikatakan rekannya itu sama sekali tidak benar. Tidak ada target atau keinginan tertentu, selain karena melaksanakan tugas sebagai pembantu Presiden. M Jusuf sempat naik pitam dan menggebrak meja. "Bohong ! Itu tidak benar semua. Saya ini diminta menjadi Menhamkam/Pangab dan melaksanakan tugas sesuai perintah Bapak Presiden," tegasnya dengan suara tinggi. Rapat pun bubar dalam hitungan menit. Jabatan terakhir M Jusuf di pemerintahan adalah Ketua Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republik Indonesia (1983-1993).  Ia meninggal dunia 8 September 2004 di Makassar, Sulsel. (Emdanial)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman