Jembatan Gantung di Tadisi Mamasa Ambruk, Kades Ngaku Tidak Hambat Aktivitas Warga
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 5 Oktober 2024 08:39 WITA
551 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Jembatan gantung di Desa Tadisi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, ambruk saat dilintasi sejumlah murid sekolah dasar (SD). Kepala Desa (Kades) menyebut ambruknya jembatan tersebut tidak menghambat aktivitas warga.
“Itu hanya jalan alternatif, mungkin hanya selisih 50 meter saja kalau lewat jalan yang lain. itu jalan kompas, ada atau tidak ada itu jembatan tidak ada yang terhambat,” kata Kepala Desa Tadisi Paulus Palullungan yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (05/10/2024).
Peristiwa jembatan ambruk terjadi di Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Jumat kemarin (04/10) sekira pukul 12.00 wita. Sejumlah murid SD yang saat itu sedang melintas ikut terjatuh dan tercebur ke dalam sungai.
“(Saat anak sekolah melintas) iya. Ada yang jatuh ke sungai tapi tidak ada korban,” ungkap Paulus.
Menurut Paulus, jembatan yamg ambruk memang sudah berusia tua. Jembatan sepanjang 20 meter yang menghubungkan Dusun Tadisi dan Dusun minanga itu, membentang di atas permukaan Sungai Sumarorong.
“Sudah tua, masih PNPM dulu. (Ukurannya) lebih 20 meter mungkin,” ujarnya.
Paulus mengaku tidak memprioritaskan usulan untuk merehab jembatan gantung tersebut, karena masih ada jalan lain yang dapat dilalui dengan kondisi lebih baik. Apalagi kata dia, untuk merehab jembatan gantung itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Makanya tidak saya prioritaskan usulannya masyarakat, karena sudah ada jalan yang lebih bagus. Karena bukan dana sedikit itu untuk diperbaiki, karena kalau direhab bukan rehab ringan tapi rehab berat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah jembatan gantung ambruk saat dilintasi sejumlah murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Mamasa. Anggota DPRD Mamasa Reskianto Taula'bi meminta pemerintah segera memberi perhatian karena keberadaan jembatan yang ambruk sangat vital untuk menunjang aktivitas warga termasuk anak sekolah.
“Mengharapkan respon yang cepat dari pemerintah, baik pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan maupun desa. Bagaimana supaya ada perhatian khusus untuk akses ini, di mana sangat urgent bagi anak-anak kita, bagi masyarakat, akses menuju pulang pergi baik ke sawah, kebun maupun anak-anak sekolah kita. Jadi mohon perhatian pemerintah untuk akses ini, kolaborasi dengan pemerintah desa untuk segera ditanggulangi dan diperbaiki,“ jelas Reskianto, Jumat (04/10). (fr/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
