Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Indonesia Diambang Resesi, Mahfud : Kita Harus Bekerja Keras

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 27 Agustus 2020 21:27 WITA 645 tayangan 3 menit baca
Indonesia Diambang Resesi, Mahfud : Kita Harus Bekerja Keras
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
SULBAR,- Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), adalah dua hal yang harus dikerjakan secara bersama dalam situasi saat ini. Hal tersebut dikemukakan, Menkopolhukam RI Mahfud MD pada rapat koordinasi (rakor) meningkatkan efektifitas pencegahan dan pengendalian Covid-19, serta kesiapan Pilkada serentak 2020, Kamis (27/08/20). " Dua hal ini harus kita kerjakan bersama, sebab  tidak mungkin kita tidak melakukan hal ini di dalam perkembangan saat ini ", kata Mahfud. Mahfud menjelaskan, kedua arah kebijakan tersebut sangat penting dilaksanakan sebab Indonesia sedang diambang resesi, yang diperkirakan akan terjadi pada akhir September atau awal Oktober mendatang. "Objektif saja kita ini sedang diambang resesi, secara logika kita akan memasuki resesi ekonomi pada akhir September atau memasuki awal Oktober, dan hal itu tidak bisa terhindarkan. Inilah yang menyebabkan kita harus bekerja keras di dalam dua anak panah kebijakan pemerintah itu yakni Visi dan PEN ", terang Mahfud. Selain itu, Mahfud juga menjelaskan, resesi yang dimaksud bukan berarti krisis, namun merupakan istilah teknis dari satu situasi atau keadaan suatu negara, yang mengalami pertumbuhan ekonominya dalam kuartal minus di bawah satu atau nol persen secara berturut-turut. " Resesi tidak selalu berarti krisis ekonomi, resesi dan krisis itu beda. Olehnya itu kita terus bekerja agar ekonomi masyarakat tumbuh di atas nol persen. Kita hidupkan ekonomi masyarakat agar tidak terjadi resesi ", ungkap Mahfud Melalui kesempatan itu, Mahfud juga menekankan terkait penegakan hukum protokol kesehatan, Ia mengatakan hal tersebut harus dilakukan secara persuasif dan tetap memperhatikan kearifan lokal. Terkait Pilkada serentak,  Mahfud menegaskan, meski di masa Pendemi Covid-19 pelaksanaan Pilkada  tidak boleh mundur dan protokol kesehatan harus terus ditegakkan, sebab jangan sampai Pilkada sebagai bagian dari pesta demokrasi menimbulkan kesedihan karena Covid-19. Pada kesempatan sama, Mendagri RI, Tito Karnavian, mengatakan, Presiden RI pernah menyampaikan seluruh kepala negara dan kepala daerah di dunia termasuk Indonesia, baik pemerintah pusat maupun daerah  menghadapi problema yang sama, yaitu dilematika antara dua persoalan, penanganan kesehatan dan ekonomi. " Keduanya tidak bisa dinafikan, kita memang mengutamakan masalah kesehatan tetapi kita juga tidak bisa membuat ekonomi menjadi mati. Jika ekonomi yang mati, maka akan membuat pembangunan kapasitas kesehatan akan menurun karena biaya yang gagal dan akan menimbulkan kritik sosial. Olehnya itu keduanya diselamatkan, kesehatan diutamakan dan ekonomi juga tetap berjalan survive," ujar Tito. Rakor yang digelar secara vitual melalui video conference (vidcon) tersebut, diikuti seluruh pemerintah daerah (provinsi, kabupaten dan kotamadya) se-Indonesia. Untuk Pemprov Sulbar, rakor diikuti Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, bersama Wakajati Sulbar, Agustin, Kepala BPKP Sulbar, Hasoloan Manalu, Kepala BPBD Sulbar Darno Majid dan Perwakilan Polda Sulbar, di ruang Oval lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar. (ADVETORIAL)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman