Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Heboh Temuan Bebatuan Diduga Artefak di Limboro Polman

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 1 Oktober 2025 10:06 WITA 435 tayangan 3 menit baca
Heboh Temuan Bebatuan Diduga Artefak di Limboro Polman
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dihebohkan penemuan bebatuan diduga artefak. Bebatuan itu ditemukan ketika warga melakukan penggalian tanah gunung menggunakan excavator. "Lokasi itu akan awalnya lahan tidur, terus ada warga yang melakukan penggalian menggunakan excavator tujuannya untuk membangun rumah. Saat penggalian itulah muncul batu-batu (diduga artefak)," kata Kepala Desa Lembang-Lembang Muhammad Sukran Amin kepada wartawan, Rabu (01/10/2025). Bebatuan diduga artefak ditemukan di Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Limboro. Keberadaan bebatuan itu baru mendapat perhatian setelah fotonya diunggah ke media sosial oleh warga, Senin (29/9) kemarin. "Ini sudah lama, sudah ada satu bulanan (penggalian). Baru disadari setelah muncul (foto) di facebook," ungkap Sukran. Sukran mengaku tidak dapat memastikan apakah yang ditemukan warga saat penggalian adalah batu biasa atau artefak. Meski begitu, dia menyebut bebatuan itu memiliki bentuk yang tidak biasa dan jumlahnya mencapai puluhan. "Puluhan memang itu batu, bentuknya tidak biasa. Seandainya satu atau dua saja, tidak ada keunikan atau keanehan, tapi ini sampai puluhan," tuturnya. Menurut Sukran, temuan bebatuan diduga artefak itu telah dilaporkan ke dinas terkait. Dikabarkan, pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII akan turun ke lokasi melakukan penelitian. "Menurut penjelasan dari pihak provinsi, infonya kepala balai akan langsung turun," tandasnya. Sementara warga bernama Rahmat Hariadi menuturkan, bebatuan yang ditemukan di lokasi memiliki beragam bentuk. Diakui Rahmat, beberapa batu juga telah dibawa ke rumah warga. "Ada yang mirip dolmen, ada yang mirip manusia cuma kepalanya hilang, ada yang mirip meja, gapura. Ada juga yang sudah tertimbun dan dibawa ke rumah warga," ucapnya.   Lebih lanjut dia menuturkan, bebatuan yang ditemukan di kawasan perbukitan Desa Lembang-Lembang itu memiliki kemiripan dengan bebatuan di Situs Purbakala Luwu dan Sulawesi Tengah. "Ini kalau dilihat dari bentuknya (ada kemiripan) dibandingkan dengan situs yang ada di Palu, Sulawesi Tengah, yang ada di Luwu. Kemungkinan besar ini sejalan, semasa," imbuhnya. Rahmat yang pertama kali mengunggah foto temuan bebatuan diduga artefak itu ke media sosial, juga menampik anggapan jika bebatuan diduga artefak itu terbentuk oleh alam. "Tidak mungkin, batu sedemikian yang tertata, dari lapisan tanahnya saja sudah terlihat kalau itu sangat disengaja. Kalau struktur tanah sembarangan pasti acak-acakan, kita lihat struktur tanahnya beberapa lapis berbeda-beda, bentuk batuan juga sangat halus tidak mungkin hasil alam," bebernya. Rahmat berharap, pihak terkait segera turun melakukan penelitian untuk memastikan lokasi temuan batuan tersebut adalah cagar budaya atau sebaliknya. "Saya sangat berharap adanya kunjungan penelitian, memastikan bahwa itu adalah cagar budaya yang harus dijaga," pungkasnya. Dikonfirmasi, Kepala Balai Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII,  Andriany mengaku belum bisa memastikan apakah bebatuan yang ditemukan warga adalah artefak. Dia mengaku telah membentuk tim untuk turun ke lokasi melakukan penelitian. "Mau dicek dulu, itu sebenarnya apa. Sudah dibentuk tim, sudah direncanakan untuk peninjauan," ungkap Andriany melalui pesan singkat. (thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman