Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Harga Telur Ayam di Polman Melorot Buat Pengusaha Kue Sumringah

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 7 Juli 2026 11:46 WITA 265 tayangan 2 menit baca
Harga Telur Ayam di Polman Melorot Buat Pengusaha Kue Sumringah
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Harga telur ayam ras di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami penurunan imbas tidak properasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak memasuki libur sekolah. Kondisi ini disambut gembira warga khususnya para pelaku usaha kue yang menikati turunnya biaya produksi. Penurunan harga itu terpantau terjadi di Pasar Induk Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (07/07). Harga telur ayam ras ukuran jumbo yang sebelumnya mencapai Rp 55 ribu per rak kini turun menjadi sekitar Rp 42 ribu per rak. Sementara telur ukuran sedang turun dari Rp 50 ribu menjadi Rp 40 ribu per rak. "Turun sekali harga telur. Yang biasanya kita jual 55 ribu rupiah per rak, sekarang ecerannya tinggal 42 ribu per rak," ujar salah seorang pedagang, Udin kepada wartawan , Selasa (07/07/2026). Menurut Udin, penurunan harga mulai terjadi sekitar sepekan terakhir. Selain tidak beroperasinya dapur MBG selama libur sekolah, berkurangnya hajatan masyarakat pada bulan Muharram juga ikut menekan permintaan telur. "Penyebabnya karena MBG libur. Selain itu, saat Muharram juga lebih sedikit masyarakat yang menggelar hajatan, sehingga permintaan telur ikut menurun," jelasnya. Udin menambahkan, produksi telur di tingkat peternak saat ini cukup melimpah. Sementara permintaan berkurang hingga mempengaruhi harga telur di pasaran. "Sekarang produksi telur melimpah dari peternak, sedangkan pembeli berkurang. Itu yang membuat harga turun," jelasnya. Pengusaha Kue Diuntungkan Turunnya harga telur menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kue. Salah satunya Hasni (38), pengusaha brownies lumer asal Desa Bumimulyo, Kecamatan Wonomulyo. “Kita merasa sangat terbantu dengan turunnya harga telur,” ujarnya. Diakui Hasni, penurunan harga telur sangat membantu menekan biaya produksi. Pasalnya, setiap hari ia membutuhkan sekitar 300 butir telur atau setara 10 rak untuk membuat adonan brownies. "Kita merasa sangat terbantu dengan turunnya harga telur. Pengeluaran jadi berkurang sehingga lebih semangat menjalankan usaha," tuturnya. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, Hasni mengatakan keuntungan usahanya ikut meningkat meski harga jual produknya tetap dipertahankan. "Alhamdulillah, sejak harga telur turun keuntungan yang kami peroleh setiap hari juga meningkat," ucapnya. Hasni menjual brownies lumernya dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per kemasan. Dalam sehari, dia mampu memproduksi sekitar 200 kemasan brownies persegi panjang dan 100 kemasan brownies bulat untuk memenuhi permintaan pelanggan. "Rata-rata sehari kami memproduksi 200 kemasan brownies persegi panjang dan 100 kemasan brownies bulat. Harganya mulai sepuluh ribu sampai lima puluh ribu per kemasan," pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman