Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Harga Cabai Rawit di Polman Semakin Pedas, Tembus Rp 120/Kg

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 24 September 2026 18:28 WITA 142 tayangan 2 menit baca
Harga Cabai Rawit di Polman Semakin Pedas, Tembus Rp 120/Kg
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terus melonjak hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram (Kg). Lonjakan harga disebabkan kurangnya pasokan dari petani akibat terdampak kemarau membuat tanaman cabai banyak yang mati. Kenaikan harga itu terpantau terjadi di Pasar Induk Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (24/09). Bahkan, sejumlah pedagang juga terlihat tak lagi menjual cabai rawit karena telah kehabisan stok. "Sekarang harga cabai rawit 110 sampai 120 perkilogram," ujar salah satu pedagang, Darwiah kepada wartawan, Kamis (24/09/2026). Darwiah menuturkan, kenaikan harga ini terus terjadi sejak sepekan terakhir. Sebelumnya, cabai rawit dijual mulai harga Rp 80 ribu per/kg sampai Rp 90 per/kg. "Naiknya sejak dari kemarin (sepekan). Terakhir harganya berkisar 80 sampai 90 ribu rupiah per kilogram," ungkapnya. Menurutnya, kenaikan harga cabai ini dipicu kurangnya pasokan dari petani akibat kemarau panjang. Banyak tanaman cabai petani yang mati akibat kekeringan. "Katanya dampak kemarau sehingga banyak tanaman petani yang mati karena kekeringan. Sudah sejak dua bulan terakhir pasokan cabai dari petani berkurang terus," terangnya. Diakui Darwiah, lonjakan harga ini membuat omzetnya melorot hingga mencapai 50 persen. Sebab, daya beli masyarakat semakin menurun. "Berdampak sama omzet, ikut menurun. Mungkin penurunan mencapai 50 persen, karena biasanya bisa habis sampai 30 kilo sehari, sekarang hanya 15 kilo saja," bebernya. Dia juga mengungkapkan, sejumlah warga kini memilih membeli cabai rawit kering karena harganya lebih terjangkau mencapai Rp 5000 per/kg. "Cabai yang dulunya tidak laku kita keringkan. Sekarang laku, peminatnya banyak, dijual lima ribu perliter," tandasnya. Kondisi serupa disampaikan pedagang lain, Nuraliah. Dia menyebut para konsumen mensiasati kenaikan harga ini dengan membeli cabai rawit dalam jumlah sedikit. "Terpaksa beli (cabai) sedikit-sedikit, secukupnya saja. Yang penting ada," pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman