Gubernur Sulbar dan Menteri Transmigrasi RI Lepas Ekspor Kakao Fermentasi ke Jepang
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 20 Juli 2025 10:45 WITA
377 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) melepas ekspor biji kakao fermentasi ke Yokohama, Jepang. SDK menegaskan, bahwa ekspor kakao ini merupakan bukti nyata kontribusi Sulbar terhadap perekonomian nasional melalui komoditas unggulan daerah.
"Kita buktikan ini hari bahwa kakao produk Sulbar berkontribusi terhadap nasional. Kakao dari Sulbar diekspor ke Eropa, Amerika, dan hari ini ke Jepang," kata SDK dalam keterangannya, Minggu (20/07/2025).
Ekspor biji kakao asal kawasan transmigrasi Kabupaten Polewali Mandar (Polman) ini berlangsung di pelataran kantor Gubernur Sulbar, Jumat (18/07). Dihadiri Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Menurut SDK, Sulbar memproduksi sekitar 75.000 ton kakao per tahun, menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung kakao nasional. Ia menyebut, hampir seluruh hasil panen kakao tersebut diekspor ke luar negeri.
Pada kesempatan itu, SDK menyampaikan harapan kepada Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, agar memberi perhatian sehingga kelak ekspor kakao dari Sulbar tidak lagi dalam bentuk bahan mentah sepenuhnya.
"Saya minta ke Pak Menteri supaya kita buatkan hilirisasi di sini, supaya ekspornya itu jangan mentah-mentah semua. Ya setengah jadilah kalau bisa, supaya nilai tambahnya ada," ungkap SDK.
Menurut SDK, keberadaan industri pengolahan kakao di tingkat lokal, tidak hanya memberikan dampak positif bagi petani, tetapi juga para pedagang dan pelaku usaha lain di rantai pasok kakao.
Sementara Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Sulbar dalam mengembangkan potensi transmigrasi menjadi sentra produksi unggulan.
"Inilah salah satu contoh keberhasilan kawasan transmigrasi yang produktif dan mampu mendukung ekspor nasional," ujarnya.
Iftitah menyebut pelepasan ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Sulbar untuk terus memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil kakao unggulan, serta mendorong pembangunan industri hilir yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Untuk diketahui, ekspor kakao ini dilakukan oleh PT Untuk Indonesia Hijau, yang mengelola hasil kakao dari kawasan transmigrasi di Polman. Biji kakao yang diekspor merupakan hasil fermentasi, yang memiliki kualitas lebih tinggi dan nilai jual yang lebih baik di pasar internasional. (rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.