Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Gubernur SDK Dampingi Menag RI Letakkan Batu Pertama Asrama Asadiyah di Mamuju

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 21 Oktober 2026 20:55 WITA 245 tayangan 2 menit baca
Gubernur SDK Dampingi Menag RI Letakkan Batu Pertama Asrama Asadiyah di Mamuju
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan lanjutan asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatutthalibin As'adiyah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Dia menyebut Ponpes tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pesantren percontohan di Sulbar. Nasaruddin Umar menyampaikan itu saat mengunjungi Ponpes di Desa Tadui, Kabupaten Mamuju, Senin (21/09). Dalam kunjungannya itu, Nasaruddin didampingi Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan sejumlah pejabat Kementerian Agama lainnya. Peletakan batu pertama juga dilakukan Dirjen Pesantren Kementerian Agama Basnang Said dan Bupati Mamuju Sutinah Suhardi. Nasaruddin mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Pondok Pesantren Raudhatutthalibin As'adiyah Mamuju agar ke depan dapat menjadi salah satu pesantren percontohan di Sulbar. “Ini adalah peletakan batu pertama pembangunan lanjutan daripada Pondok Pesantren Raudhatutthalibin As'adiyah Mamuju. Insyaallah ini kami akan jadikan sebagai salah satu pondok pesantren percontohan di Sulawesi Barat,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Senin (21/09/2026). Menurut Nasaruddin, pengembangan pesantren tersebut memiliki keterkaitan khusus dengan Dirjen Pesantren Kementerian Agama Basnang Said. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Basnang pernah mengabdi Kepala Madrasah di Sulbar. “Ini pulang kampung dirjennya ini. Jadi harus bertanggung jawab untuk membesarkan pondok ini ke depan,” ujarnya. Dia juga menyebut dirinya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, serta Basnang Said memiliki latar belakang pendidikan As'adiyah. “Jadi insyaallah kita berharap pondok pesantren ini nanti akan menjadi sang pencerah di masyarakat Sulawesi Barat,” tuturnya. Nasaruddin melihat Sulbar memiliki potensi besar untuk berkembang. Menurutnya, sektor pertambangan dan pertanian dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola secara optimal. “Kami membayangkan Sulawesi Barat ini nanti akan melejit, kalau itu sudah luas wilayahnya seperti ini tambangnya sudah dikelola, kemudian juga sektor pertaniannya yang sangat luas,” tandasnya. Dia optimis perkembangan tersebut dapat membuka peluang baru bagi masyarakat Sulbar. Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang dinilainya proaktif dalam mendukung pengembangan daerah. Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Agama juga memberikan bantuan awal sebesar Rp100 juta untuk Pondok Pesantren Raudhatutthalibin As'adiyah Mamuju. “Bantuannya pasti. Karena kami sudah tadi dibawakan bantuan awal Rp100 juta tadi ini dibawakan oleh Pak Dirjen,” ucapnya Nasaruddin. Dia menegaskan bantuan tersebut merupakan tahap awal dan masih terbuka peluang untuk pengembangan dukungan berikutnya. “Tapi insyaallah selanjutnya, ya itu awal. Insyaallah nanti kita akan kembangkan,” pungkasnya. Setelah melakukan peletakan batu pertama, Menag Nasaruddin Umar bersama dengan Gubernur Suhardi Duka dan rombongan bertolak ke Kantor Gubernur Sulbar untuk menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Pemprov Sulbar. (Rls)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman