Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Enny Ajak Bersinergi Perkuat Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 5 Desember 2019 21:15 WITA 645 tayangan 2 menit baca
Enny Ajak Bersinergi Perkuat Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

SULBAR,- Wakil Gubernur Sulbar , Enny Anggraeni Anwar mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Kabupaten se-Sulbar, untuk berkolaborasi dengan Bank Indonesia ( BI ) demi mempercepat pembangunan Sulbar.

Hal tersebut disampaikan Enny, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) Sulbar, yang berlangsung di Ballroom Grand d'Maleo Hotel Mamuju, Kamis (05/12/19).

Disebutkan Enny, penguatan sinergitas antar lembaga  diharapkan dapat mencapai target pembangunan Sulbar yang maju dan malaqbi, " Mari kita bersinergi untuk memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Sulbar demi mewujudkan pembangunan yang maju dan malaqbi. Saya mengharapkan tali persaudaraan dapat berlanjut dan semakin kuat demi kesejahteraan masyarakat Sulbar," kata Enny.

Melalui kesempatan itu, Enny menyatakan, berkat peran BI bersama TPID ditingkat provinsi dan kabupaten, stabilitas harga yang diukur dalam inflasi terpantau rendah dan stabil pada 2019, dimana hingga November realisasi inflasi tercatat 1,20 persen secara tahunan, " Pengembangan klaster pangan yang kerap menyumbang tekanan inflasi harus dilanjutkan dengan perbaikan jalur distribusi dan menjaga ekspektasi masyarakat," tandasnya.

Kepala Kantor Perwakilan  Bank Indonesia (Kpw BI) Sulbar, Budi Sudaryono mengatakan, ekonomi Sulbar kedepan masih tumbuh positif dengan arah perkiraan tumbuh moderat, " Ekonomi komulatif 2019 diperkirakan tumbuh 4,7 sampai 5,1 persen yoy. Sejalan dengan pemulihan ekonomi global dan perbaikan kondisi domestik, kita optimis penguatan pertumbuhan pada 2020 volume perdagangan Sulbar diperkirakan tumbuh sebesar 4,8 sampai 5,2 persen yoy." jelas Budi.

Dari sisi  inflasi, kata Budi, BI memandang inflasi Sulbar masih stabil dan terjaga, namun  kedepan diperkirakan akan menemui tantangan yang tidak mudah, seperti sejumlah kebijakan dari pemerintah pusat dan tantangan domestik yaitu fluktuasi harga hortikultura dan ikan segar.

Menghadapi tantangan tersebut, sambung Budi, perlu dilakukan antisipasi melalui empat (K) yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, komunikasi efektif dan kelancaran distribusi.

Budi juga menambahkan, kedepan prospek ekonomi Sulbar akan lebih baik pada 2020, apabila ada sinergi kebijakan ekonomi Sulbar antara Pemerintah daerah, BI dan berbagai otoritas terkait, " Optimisme dan perspektif positif perlu  terus kita perkuat untuk menyonsong masa depan ekonomi Sulbar yang lebih baik." tandasnya. (ADVETORIAL)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman