DPRD Polman Terima Aspirasi PMII, Pasien Ditandu Karena Jalan Rusak Jadi Perhatian
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 2 Juni 2026 20:26 WITA
301 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menerima audiensi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polman. Mahasiswa menyampaikan persoalan akses jalan rusak membuat warga kerap menandu pasien untuk mendapat layanan kesehatan dan kerap viral di media sosial.
“Kehadiran kita hari ini ialah salah satu bentuk perjuangan atas sejumlah permasalahan, seperti sering viral pasien ditandu karena akses jalan rusak,” kata koordinator aksi, Muh Sannur, Selasa (02/06/2026).
Audiens berlangsung di ruang aspirasi gedung DPRD Polman di Jl Andi Depu, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Selasa (02/06). Dihadiri Ketua DPRD Polman, Fahri Fadly, bersama Ketua Komisi II Amir, dan Ketua Komisi IV Agus Pranoto.
Pada kesempatan itu, Sannur juga menyampaikan sorotan terkait kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman.
Dia mengungkap empat poin tuntutan yang hendak disampaikan kepada legislator DPRD Polman. Seperti menagih realisasi visi dan misi Bupati Polman, Samsul Mahmud, utamanya pembangunan infrastruktur.
Sannur meminta Pemkab Polman transparan menyampaikan realisasi visi misi yang telah dilaksanakan.
“Utamanya memberikan perhatian khusus terhadap daerah terpencil yang fasilitas kesehatannya belum memadai,” tandasnya.
Sementara Ketua DPRD Polman, Fahri Fadly mengapresiasi aspirasi yang disampaikan PMII. Fahry mengklaim bahwa fungsi pengawasan legislatif tetap berjalan, salah satunya melalui berbagai rekomendasi dalam rapat paripurna.
”Terkait data kemiskinan, DPRD terus mendorong agar dilakukan rembuk desa secara rutin. Ini penting untuk memastikan warga yang benar-benar layak dibantu bisa terdata dengan valid,” bebernya.
Dia menegaskan siap turun langsung mengambil inisiatif jika pemerintah khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait abai melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
Mengenai tuntutan alat berat, Fahri menjelaskan bahwa unit-unit tersebut saat ini bersiaga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Diakui Fahry, DPRD telah melayangkan rekomendasi resmi ke Pemda untuk menambah armada darurat bencana.
Pada kesempatan sama, Ketua Komisi IV DPRD Polman, Agus Pranoto berjanji akan menindaklanjuti keluhan terkait fasilitas kesehatan dan karut-marut data sosial.
”Kami telah merekomendasikan pembentukan tim pembenahan data desil dan anak putus sekolah. Terkait fasilitas kesehatan di daerah terpencil, kami segera memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta kejelasan mengenai kelayakan fasilitas tersebut,” pungkas Agus.(run/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
