Memukau !! 175 Ekor Kuda Meriahkan Festival Sayyang Pattudu di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 24 Mei 2022 07:12 WITA
878 tayangan
3 menit baca
POLEWALI,- Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar festival kuda menari atau Sayyang Pattudu. Sedikitnya 175 ekor kuda menari meramaikan festival yang digelar untuk memperkuat identitas sayyang pattudu sebagai tradisi kebudayaan Mandar, serta diharapkan dapat menjadi salah satu warisan budaya dunia yang terdaftar di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).
“Ini baru awal, masih banyak proses, jadi tolong kepada Kadis Pendidikan agar tidak bekerja setengah-setengah. Semua persyaratan yang diminta Unesco harus kita siapkan dari sekarang. Dan saya berharap, agar acara ini, bagaimana caranya, kita berusaha warisan nenek moyang sayyang pattudu ini, jangan sampai punah,”kata Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, kepada wartawan, Senin sore (23/5/2022).
Andi Ibrahim dinas terkait menginventarisasi seluruh kebudayaan Mandar untuk dilestarikan.
“Karena bukan hanya ini saja budaya kita, seharusnya tadi dilengkapi ada passayang-sayang dan sebagainya. Di Polewali Mandar ini sangat banyak budaya yang perlu diangkat ke dunia,”ujarnya.
Festival sayyang pattudu berlangsung di Stadion HS Mengga, kawasan Sport Center, Kecamatan Polewali, Senin (23/5). Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 1800 peserta, terdiri dari pessawe, pesarung, parrawana dan pakkalindaqdaq. Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, se-Kabupaten Polewali Mandar.
Festival berlangsung meriah. Sebelum memasuki Stadion HS Mengga, para peserta festival terlebih dahulu diarak berkeliling sekitar kawasan stadion, hingga menarik perhatian ribuan warga.
Mereka antusias melihat kuda menari diiringi tabuhan musik rebana. Apalagi, saat diarak, kuda menari atau sayyang pattudu ditunggangi gadis-gadis cantik yang mengenakan pakaian adat khas suku Mandar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar, Andi Masri Masdar mengungkapkan, pelaksanaan festival sayyang pattudu telah direncanakan beberapa tahun sebelumnya, setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk para pelaku kebudayaan.
“Kalau tidak salah tahun yang lalu kita sudah merencanakan ini, dan alhamdulillah berkat upaya dan kerja keras kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar khususnya di bidang kebudayaan, akhirnya kita melakukan koordinasi dengan pihak Komite Nasional Indonesia untuk Unesco, dan juga Dirjen Kebudayaan, akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana,”terangnya.
Diakui, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, sebagai penunjang untuk mendorong tradisi sayyang pattudu bisa menjadi warisan budaya dunia.
“Sehingga nantinya (sayyang pattudu), tidak hanya menjadi milik orang polewali saja, atau milik orang Indonesia, tetapi juga milik semua masyarakat dunia. Sehingga pendukung-pendukung, baik dari story latar belakang, narasi dan film pendek dan film dokumenter kami sudah siapkan,”ungkap Andi Masri.
Sementara itu, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Dr. Itje Chodidjah, M.A, mengaku jika pelaksanaan festival sayyang pattudu bisa menjadi nilai tambah untuk pengajuan menjadi warisan budaya tak benda dunia.
“Tentunya perjalanan ini masih panjang, tetapi ketika tadi menyaksikan, betapa festival ini menjadi milik rakyat, bukan sekedar festival, tampaknya akan bisa menjadi nilai tambah untuk pengajuan nantinya sayyang pattudu menjadi warisan budaya tak benda dunia,”tuturnya.
Dia berharap, agar nilai filosofi sayyang pattudu dapat terus dijaga. Apalagi, ketika tradisi ini diterima menjadi warisan budaya tak benda dunia.
“Tentunya menjadi kewajiban setelah ini didaftarkan dan diterima, adalah menjaganya, bukan hanya sekedar festival, tetapi seluruh ritual yang ada. Mempertahankan nilai filosofinya itu menjadi penting sekali. Karena yang menjadi batasan bukan aktivitasnya, yang menjadi batasan adalah seluruh budaya, semua yang membuat peristiwa sayyang pattudu ini terjadi,”tutup Itje menegaskan. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
