Distapan Sulbar dan Pemkab Mamasa Kerjasama Saluran Bantuan Pangan Untuk Keluarga Berisiko Stunting
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 8 November 2023 16:00 WITA
294 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Dinas Ketahanan Pangan (Distapan) Sulbar melakukan pertemuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dalam rangka menyalurkan bantuan pangan untuk keluarga berisiko stunting. Tujuannya untuk memastikan penyaluran bantuan tersebut tidak menemui kendala apalagi beberapa desa di Mamasa yang masih sulit diakses.
"Dimana ada kebutuhan rakyat kita harus disitu. Sehingga setelah tadi rapat bersama OPD Pemprov, sekaligus kami berkoordinasi dengan Distapan dan PT POD untuk menyatukan persepsi soal penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Mamasa," kata Pj Bupati Mamasa, Yakob F Solon dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (06/11/2023).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Distapan Sulbar, Senin (06/11). Yakob menekankan dua hal yang harus diperhatikan dalam penyaluran bantuan tesebut. Yakni efisensi dan efektifitas penyaluran. Selain itu, Yakob juga menyebut jika masyarakat harus diyakinkan bahwa jumlah bantuan yang didistribusikan sudah sesuai data yang ditentukan dari pusat.
"Jadi ini betul-betul yang diberikan sesuai data dari pusat, sudah sesuai SOP, dan kita di daerah siap memfasilitasi," tegas Yakob.
Sementara itu, Kepala Distapan Sulbar Abdul Waris Bestari berterima kasih atas kepedulian Pj Bupati Mamasa untuk berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini sebagai bentuk kolaborasi dan kami memanggil PT pos dengan harapan dalam penyaluran sampai ke penerima. Dan sebagaimana petunjuk Gubernur (Prof.Zudan Arif Fakrulloh) agar dipastikan sampai ke penerima, dan data digunakan by name by address," tutur Waris.
Untuk diketahui, bantuan pangan dari Bapanas ini disalurkan tiga tahap, dari September, Oktober hingga November. Untuk enam kabupaten keseluruhan sudah terealisasi 83 persen dari 20,633 Keluarga Risiko Stunting (KRS). Untuk Mamasa bakal disalurkan bulan ini dengan bekerjasama POS Indonesia.
"Kita harapkan ini bisa menyalurkan tepat waktu dan tolong sampaikan ke kami ketika memang ada bantuan itu rusak dan tidak layak konsumsi," jelas Waris.
Pada kesempatan itu, Kepala Cabang Pos Indonesia Kabupaten Mamuju Taqwa Setiawan menjelaskan bahwa Pos Indonesia berperan selaku transporter atau penyalur dari gudang ke penerima. Tetapi pihaknya memerlukan bantuan Pemda setempat dalam memperlancar penyaluran tersebut.
"Kami tidak bisa berjalan sendiri sehingga kami meminta dukungan dari Pemprov dan pemda. Adapun kendala dihadapi. Persoalan akses ke desa, sehingga kami memetakan wilayah," pungkasnya. (rls/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.