Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Dinas Perindagkop-UKM Sulbar Kerjasama BDI Makassar Bina Pelaku Usaha-IKM

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 14 Januari 2022 20:28 WITA 371 tayangan 2 menit baca
Dinas Perindagkop-UKM Sulbar Kerjasama BDI Makassar Bina Pelaku Usaha-IKM
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Provinsi Sulawesi Barat menjalin kerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar untuk pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi SDM industri. Kerjasama dijalin juga dengan Sekolah Menengah Kejuruan SMAK Makassar untuk penumbuhan dan pengembangan SDM industri dan UKM. Kerjasama tertuang dalam nota kesepakatan bersama yang ditandatangani Kepala Dinas Perindagkop-UKM Sulbar Bau Akram Dai, dengan pimpinan dua lembaga di bawah naungan Kementerian Peindustrian RI itu. Yakni Kepala BDI Makassar C. Elisa Martina Katili, dan Kepala SMK - SMAK Makassar Bahtiar Rahmani. Penandatanganan dilakukan di Makassar, Senin lalu. Kadis Perindagkop-UKM Bau Akram mengatakan pihaknya melakukan upaya untuk membantu dan mendorong pemberdayaan pelaku usaha dan IKM. Salah satunya, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk pembinaan SDM dan peningkatan kompetensi pelaku usaha industri dan UKM. Seperti dengan BDI Makassar dan SMK-SMAK untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi usaha industri dan UMKM supaya terus berkembang. "Kita terus melakukan berbagai upaya, menjalin kerjasama berbagai pihak dalam rangka pembinaan SDM dan meningkatkan kemampuan usaha industri dan UKM, begitupun kualitas produknya," jelas Bau Akram, Jumat (14/01). Dengan pembinaan dan pelatihan, katanya, para pelaku industri kecil dan UMKM akan mendapat pelajaran dan pengalaman yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produknya. Kepala Bidang Industri Disperindagkop-UKM, Akbar Atjo menambahkan, kerjasama dengan BDI dan SMK-SMAK sangat bermanfaat bagi IKM dan UMKM di Sulbar. Selain mendapatkan pengetahuan dan pengalaman, juga sertifikat kompetensi. Pelatihan  yang akan dilakukan Pusdiklat Industri dan BDI menggunakan sistem three in one (3 in 1), yaitu pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja. Dijelaskan, bahwa sertifikasi kompetensi sangat bermanfaat karena memastikan kompetensi lulusan pelatihan. Untuk hal tersebut, pihak BDI memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta menyiapkan perangkat terkait. "Setelah penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi, proses terakhir adalah penempatan lulusan berdasarkan kerjasama yang telah disepakati dengan pihak industri," jelas Akbar Atjo. (emd)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman