Dinas Pariwisata Gelar Fashion Show Tenun Sulbar
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 25 Juni 2019 12:23 WITA
1,048 tayangan
2 menit baca
KOMINFO SULBAR,- Berbagai macam tenun khas Sulawesi Barat ditampilkan pada Launching Fashion Show yang berlangsung di Auditorium lantai IV Kantor Gubernur, Senin kemarin, 24 Juni 2019.
Pada kesempatan tersebut, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menyampaikan, Sulbar merupakan daerah yang begitu kaya dari segi aspek kain tenun mandar. Hal tersebut merupakan peninggalan sejarah dan bagian peninggalan Sulbar dengan perjalanan yang panjang serta manjadi suatu kebanggaan bagi Sulawesi Barat.
" Untuk menciptakan suatu produk khas kedaerahan harus memperhatikan beberapa hal yaitu, innerbeautiful, satu kesatuan, karakteristik atau ciri khas, perilaku dan pemanfaatan dari pengguna produk itu sendiri,"kata Muhammad Idris.
Lebih lanjut disampaikan, dalam melakukan aksi fashion, dibutuhkan sebuah keberanian dengan model pemasaran yang seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga tenun mandar dapat lebih diketahui di seluruh pelosok negeri sehingga dapat menjadi suatu keuntungan besar bagi dunia pariwisata Sulbar dan pendapatan daerah.
" Kita cukup memasukkan informasi itu ke dunia maya, dan orang sudah membaca dimana tempatnya, bagaimana kita menjual hasil tenunan kita dengan prototype atau dengan produk yg dapat diandalkan,"tandas Idris.
Ia juga mengharapkan kepada hotel- hotel yang ada di Sulbar mendapatkan bimbingan dari pemerintah sehingga para pengelola hotel dapat lebih menghargai budaya dan hasil karya daerah sendiri, yang mampu diterapkan dalam etalase bangunan dan tenunan di tiap hotel- hotel yang ada di Sulbar.
"Mempertahankan budaya daerah tidak harus dari anggaran, tetapi diawali dari orang-orang nya terlebih dahulu," sebut mantan Kepala LAN Makassar dari tersebut .
Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi mengatakan, kegiatan fashion show tersebut diusahakan menjadi sebuah festival yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berdasarkan data, sebanyak 750 orang wisatawan asing telah berkunjung ke Provinsi Sulbar , dimana Polewali Mandar sebanyak 348 , Majene 119 orang, Kabupaten Mamuju sebanyak 70 orang, Mamuju Tengah 60 orang dan Kabupaten Mamasa sebanyak 103 orang.
" Kiranya segala objek yang ada di daerah dapat dimaksimalkan termasuk warisan budaya yang perlu dijaga dan perlu menjadi ajang promosi serta daya tarik bagi para wisatawan yang diharapkan bisa menjadi promosi dan informasi yang dapat terekspose hingga keluar negeri," sebut Farid.
Ketua Panitia, Sariani Lasami melaporkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian proyek perubahan sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan kain tenun Mandar sebagai warisan leluhur Sulbar yang perlu menjadi salah satu promosi dalam membangkitkan semangat toleransi kain yang beragam merupakan gambaran Sulbar dalam bagian bhineka tunggal Ika.
" Kita berharap festival ini jadi ajang tahunan dan kegiatan prioritas pemerintah daerah guna memperkenalkan salah satu budaya lokal dalam membangkitkan pendapatan daerah," tandasnya. (ADVETORIAL)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.