Desak TPA Ditutup, Warga Paku-Polman Blokade Akses Jalan
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 31 Mei 2021 22:50 WITA
912 tayangan
2 menit baca
BINUANG,- Akses jalan utama menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, dblokade puluhan warga menggunakan bambu serta memasang spanduk pengumuman penolakan sampah. Aksi dilakukan, lantaran keberadaan TPA Paku dianggap merugikan warga sekitar.
Keberadaan TPA yang mulai beroperasi sejak tahun 2011 tersebut, dianggap membawa petaka bagi kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan warga sekitar.
Dalam aksinya, warga bergantian melakukan orasi, mengecam pemerintah setempat, yang dianggap lalai dan tidak memperdulikan penderitaan warga, karena dampak negatif yang ditimbulkan TPA, “ Dampak yang dirasakan, mulai pencemaran udara, air dan tanah, itu meresahkan, ini sangat meresahkan memang, “ kata salah seorang warga, Japar kepada warga, Senin siang (31/05/2021).
Menurut Japar, warga tetap konsisten menolak keberadaan TPA, yang juga dianggap telah over kapasitas, “ Kami konsisten untuk melakukan penutupan, penolakan TPA, karena kami sudah sangat belajar pada hari-hari sebelumnya, kita akan memproduksi pupuk, gas, tapi sampai hari ini tidak juga ada ditemukan di TPA, tidak ada sama sekali, “ ungkapnya kesal.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, H.A.Bebas Manggazali mengaku, adanya kekeliruan dalam pengelolaan sampah di TPA Paku, “ Untuk TPA yang di atas memang penuh, pengelolaannya tidak tepat, “ ujar Bebas.
Bebas juga menyebut kendala tekhnis sehingga pengelolaan sampah di TPA Paku menjadi tidak maksimal, “ Ternyata alat berada di sana itu rusak, sehingga sampah membludak, baunya keluar, tidak sempat lagi ditimbun setelah dibuang,” terangnya.
Menurut Bebas, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menyelesaikan persoalan sampah di TPA Paku, “ Solusi kita ini cukup bagus, cukup koperatif, 2 kali saya kesini, begitu ketemu hari ini, besok ke Mamuju, karena ini kan bukan gawe kita, Balai yang punya tanggung jawab. Di Balai itu saya adakan pendekatan, buat pertemuan, Balai mengatakan akan dikerja, “ bebernya.
Di hadapan perwakilan warga, Bebas sempat menyinggung predikat piala adipura yang pernah diraih Kabupaten Polewali Mandar, “ Kita ini minta maaf, seharusnya pada saat kita ingin meraih adipura itu, bukan pialanya yang harus kita kejar, tapi bagaimana masyarakat bisa sadar akan hal itu. Jangan sampai piala adipura menjadi adi pura-pura, “ pungkas Bebas mengingatkan.
Berdasarkan pantauan wartawan, saat aksi penutupan jalan berlangsung, TPA Paku tampak sepi, nyaris tidak ada aktifitas. Hanya terlihat beberapa warga yang berprofesi sebagai pemulung di TPA.
Areal penampungan sampah yang tersedia, juga terlihat nyaris penuh oleh gundukan sampah yang mulai menggunung. Sebagian limbah cair dari sampah, tidak masuk pada tempat pengolahan yang telah disiapkan, hingga meluber ke jalan. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.