Demo Perangkat Desa di Mamasa Tuntut Siltap 7 Bulan Dibayar Memanas
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 15 Januari 2024 19:07 WITA
927 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Ratusan perangkat desa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, berunjuk rasa menuntut penghasilan tetap (Siltap) mereka selama 7 bulan pada tahun 2023 segera dibayar. Suasana sempat memanas ketika massa aksi berupaya menerobos masuk ke kantor bupati sehingga terlibat saling dorong dengan petugas keamanan.
“Sudah tujuh bulan kami tidak mendapatkan hak kami untuk tahun 2023,” kata koordinator aksi, Andi Guntur kepada wartawan, Senin (15/1/2024).
Aksi unjuk rasa para perangkat desa ini diawali dari simpang lima kota Mamasa, Senin (15/1). Mereka lalu bergerak menuju Kantor Bupati Mamasa dengan pengawalan polisi.
Menurut Guntur, hingga saat ini ada ratusan perangkat desa yang tersebar pada 168 desa di daerah ini hidup kesulitan karena belum menerima gaji. Dia menyebut total tunggakan Siltap perangkat desa yang belum disalurkan pemerintah sekira Rp 30 Miliar.
“Yang belum dibayarkan saya kurang tahu jumlah pastinya, kisaran 30 miliar. Hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak sesuai dengan amanat UUD 1945 sampai sekarang tidak didapatkan oleh kepala desa dan aparat di 168 Desa yang ada di Kabupaten Mamasa,” bebernya.
Guntur lalu mendesak pemerintah segera mencopot Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamasa, Herry Kurniawan. Dia menilai Herry tidak mampu mengatur keuangan daerah sebagaimana mestinya.
“Kenapa tuntutan ini ada karena kepala dinas keuangan tidak mampu menempatkan yang mana skala prioritas dan yang mana bukan skala prioritas, lebih dipilih di bayar di Mamasa rekanan dari pada kami aparat desa. Kami merekomendasikan kepada Pj Bupati Mamasa dan Sekda untuk mencopot Kepala Dinas Keuangan karena dianggap tidak mampu mengelola keuangan daerah dengan baik dan benar,” tegasnya.
Lebih lanjut Guntur mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Pj Bupati Mamasa Muhammad Zein untuk membahas masalah ini. Hanya saja belum ada hasil dari pertemuan tersebut.
“Tidak ada hasilnya, kita sementara menunggu karena mau rapat koordinasi dulu, rapat internal pimpinan,” terangnya.
Guntur mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan mengerahkan massa yang lebih banyak jika tuntutannya tidak dipenuhi.
“Kami akan turun lagi dengan massa lebih besar, masyarakat juga akan akan kami ajak,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.