Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Butuh Sinergi Pemda Dan Kadin Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulbar

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 6 Maret 2020 19:01 WITA 565 tayangan 2 menit baca
Butuh Sinergi Pemda Dan Kadin Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulbar
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

SULBAR,- Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulbar, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IV, di Hotel Maleo Town Square, Mamuju, Jumat (06/03/20).

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Sulbar, Hamzah yang membuka Musprov mengungkapkan, dibutuhkan sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kadin dalam upaya mendorong pembangunan ekonomi di Sulbar, " Sinergi sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengawal pembangunan, khususnya mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulbar," katanya.

Disebutkan Hamzah, Sulbar memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat  mendukung pertumbuhan ekonomi, yang didominasi sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta kehutanan, “ Saya berharap, Kadin bersama Pemda serta seluruh komponen di dalamnya, dapat mengawal seluruh potensi SDA tersebut, untuk mendorong pembangunan ekonomi di Sulbar “ ujarnya.

Hamzah juga menyatakan, Sulbar memiliki peran penting menyambut perpindahan Ibu Kota Negara, dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimatan Timur, “ Hal tersebut mesti dihadapi bersama oleh Pemda dan Kadin di Sulbar kedepannya, dengan mengambil peran dan mempersiapkan diri untuk itu, sebab Sulbar akan menjadi penyangga Ibu Kota Negara nantinya. Kita ingin  menjadi penyangga yang betul-betul bisa melayani seluruh kebutuhan yang ada di Ibu Kota ", pungkasnya.

Ketua Kadin Pusat Rosan Perkasa Roeslani mengaku, sinergi antara Pemda dan Kadin serta pemangku kepentingan lainnya, memang penting  untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, " Kolaborasi, komunikasi dan sinergi sangat penting, apalagi saat ini dengan adanya virus corona dari China itu sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita " ujar Roeslani.

Roeslani menjelaskan, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Secara analisa jika ekonomi Cina turun  1,5 persen akan berdampak pada ekonomi Indonesia yang juga turun sebanyak 0,3 persen, " Kita ketahui virus corona bermula dari Cina. Impor kita dari China kurang lebih sebanyak 26 persen dan ekspor kita ke China 16,7 persen. Diperkirana oleh Bank Dunia,  ekonomi Cina tahun ini yang mestinya enam persen, turun menjadi 4,5 persen. Kalau ekonomi China turun akan berdampak pada ekonomi kita," bebernya (ADVETORIAL)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman