WONOMULYO,- Gerakan sosial terus dilakukan Yayasan Mandar Indonesia (YMI), untuk membantu pemerintah menghadapi Bonus Demografi Lansia. Salah satunya dengan mendorong terbentuknya Desa Ramah Lansia.
Setelah sebelumnya bersepakat dengan Pemerintah Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, mendorong terbentuknya Desa Ramah Lansia, kesepakatan serupa tercapai bersama Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo.
Kesepakatan dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), antara YMI, Pemdes Siodorejo, Pelaksana Program Kesehatan Lansia Puskesmas Wonomulyo, BEM AKPER YPPP Wonomulyo, yang berlangsung di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa pagi (07/01/20).
Ketua YMI Fredy Akbar mengatakan, kegiatan yang digagas bersama BEM AKPER YPPP Wonomulyo, bertujuan membantu program pemerintah mempersiapkan para lansia agar bisa lebih mandiri, “ Pada dasarnya kita mau mempersiapkan lansia, agar menjadi sumber daya manusia yang lebih mandiri dan sehat, walau dengan usia yang tidak lagi muda, ini merupakan salah satu cara menghadapi bonus demografi lansia tersebut, menciptakan suasana kehidupan yang nyaman agar para lansia bisa sejahtera “ kata Fredy melalui pesan singkat kepada wartawan.
Fredy mengaku bersyukur, karena tawaran kerjasama dari YMI, mendapat respon positif dari Kepala Desa Sidorejo, Nurdin, “ Bahkan menurut beliau (Nurdin), sebelumnya telah terfikir mengumpulkan para lansia untuk diberi pembekalan, namun belum terwujud, sehingga ketika kami datang menawarkan kerjasama langsung mendapat respon sesuai harapan “ ungkap Fredy.

Penandatanganan MoU tersebut, diawali dengan sosialisasi menghadirkan sedikitnya 35 lansia di daerah ini. Rencananya pembekalan lansia mulai dilakukan pekan depan, secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan, “ Nantinya, para lansia tidak hanya diedukasi bagaimana menjadi sumber daya yang lebih mandiri di usia tua, tetapi juga mendapat pelayanan kesehatan hingga penguatan spritual, serta diberi pemahaman terkait informasi kesehatan dan pelayanan yang dibutuhkan, terkait pengambilan keputusan kesehatan yang tepat “ jelas salah seorang pengurus BEM AKPER YPPP Wonomulyo, Ayu Lestari.
Dilansir dari laman www.indonesiaramahlansia.org, Indonesia akan menikmati bonus demografi ketika jumlah penduduk dengan usia produktif sangat besar, sementara penduduk usia mudanya semakin mengecil, dan penduduk usia lanjutnya (lansia) belum membesar. Penduduk lansia tersebut bahkan diprediksi menjadi bonus demografi kedua bagi Indonesia.
Pemerintah sendiri menyampaikan bonus demografi ini sudah dinikmati sejak 2012 dimana rasio ketergantungan penduduk di bawah 50% per 100 penduduk usia produktif. Kekuatan tenaga kerja produktifnya, kedepannya bangsa Indonesia diharapkan mampu menguasai ekonomi dunia. Puncak bonus demografi yang dinikmati Indonesia, diperkirakan terjadi tahun 2028-2031. Setelah itu, jumlah penduduk lansianya akan membesar. (Rls/Thaya)