Berbahaya, Polisi Bubarkan ‘Perang-perangan’ Menggunakan Senjata Mainan di Tinambung
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 3 Mei 2022 22:25 WITA
757 tayangan
2 menit baca
TINAMBUNG,- Permainan perang-perangan menggunakan senjata mainan berbahaya di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dibubarkan polisi. Permainan perang-perangan ini juga membahayakan pengguna jalan karena berlangsung di atas jembatan, hingga menyebabkan kemacetan.
Aksi berbahaya ini berlangsung di atas Jembatan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Selasa sore (03/5). Mereka yang terlibat dalam permainan perang-perangan ini langsung berhamburan, saat melihat kedatangan polisi dari Polsek Tinambung.
“Kita datang ke sini untuk membubarkan anak-anak yang sementara main tembak-tembak di atas jembatan. Kita antisipasi juga karena sementara macet, sangat mengganggu arus lalu lintas,”kata Kepala SPKT Polsek Tinambung, Bripka Muhammad Bobby kepada wartawan, Selasa sore (03/5/2022).
Berdasarkan pantauan, permainan ini dilakukan puluhan anak dan remaja yang terbagi dalam dua kelompok. Mereka kemudian saling kejar dan saling tembak di atas jembatan yang ramai lalu lintas.
“Berbahaya juga sama pengendara, makanya kepolisian dari Polsek Tinambung datang kesini untuk mengamankan,”pungkas Bobby, sembari mengatur arus lalu lintas yang sempat macet akibat aktivitas perang-perangan di atas jembatan.
Menurut warga, kegiatan perang-perangan ini rutin terjadi di daerah ini setiap tahun, saat perayaan Idul Fitri. Tidak jarang, permainan yang digelar dari siang hingga sore hari ini berujung perkelahian.
Sejumlah warga yang mencoba menghentikan permainan perang-perangan ini, justru harus merasakan sakit lantaran terkena peluru senjata mainan berbahaya.
“Setiap tahun, biasa juga berkelahi, tapi begitulah namanya juga anak-anak, tadi saya juga coba menghentikan, tapi telinga saya justru merah karena kena tembak,”pungkas salah satu warga, Muhammad Ali Fahri. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.