Atlet Polman Ukir Prestasi di Vietnam, Sabet Juara Pickleball Tunggal Putra U-60
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 31 Agustus 2026 21:00 WITA
312 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Prestasi membanggakan ditorehkan Jamaluddin (64) atlet Pickleball asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pria dengan julukan ‘Kakek Legend’ itu berhasil meraih juara pertama kategori tunggal usia 60+ pada ajang International Pickleball Tournament 2026 di Vietnam.
Jamaluddin memastikan kemenangan setelah melalui pertarungan tiga set dengan skor 19/21, 21/19, dan 23/21. Keberhasilan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi dirinya.
Sebab, di usia yang tidak lagi muda, dia mampu bersaing dengan atlet dari berbagai negara dan menaklukkan atlet tuan rumah Vietnam dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Kejuaraan dunia yang diikuti ribuan atlet dari berbagai negara itu berlangsung di Da Nang, Vietnam. Digelar mulai 30 Agustus hingga 6 September 2026.
“Sangat seru, kebetulan yang dihadapi juaranya Vietnam sekaligus tuan rumah..Habis tulang-tulang sakit , tadi ini sudah berat lutut digerakkan, semoga besok fit lagi," ujar Jamaluddin kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (31/08/2026).
Kakek kelahiran 1962 itu mengaku cukup kerepotan untuk untuk menyingkirkan pemain tuan rumah di final. Apalagi sebelumnya dia telah menjalani sejumlah pertandingan yang cukup padat.
“Sangat melelahkan, bayangkan main jam 9.20 selesai jam 17.30 baru bisa makan. Yang saya lawan Costarika, Philipina, Korea, Japan, Irlandia, Vietnam, masih ada, saya lupa,” ungkapnya.
Jamaluddin mengatakan, saat ini dirinya tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan berikutnya. Dia turun di tiga kategori pertandingan, yakni tunggal, ganda, dan mixed doubles.
“Ada tiga kategori, cuma tadi kalah dari Japan kategori ganda. Nanti besok mix double parner dari Australia,” terang pensiunan ASN yang mengaku pernah menjabat Kepala Pemadam Kebakaran Polman itu.
Sebelum berlaga di World Pickleball Championship (WPC), Jamaluddin mengaku telah melakukan berbagai persiapan. Termasuk menyediakan lapangan pickleball pribadi di rumahnya agar dapat berlatih secara rutin.
“Harus latihan penuh dengan punya standar, saya bikin lapangan di rumah, latihan sendiri dua jam sebelum ke wonomulyo latihan dan main. Bola harus sedia 100 biji, semua pukulan harus dikuasai, dan yang paling utama dalam olahraga, stamina harus dijaga,” tegasnya.
Dia lalu menyarankan para pemain Picleball muda khususnya di Sulawesi Barat, agar meningkatkan intensitas latihan jika ingin berkompetisi di level dunia.
“Saran saya kepada semua pemain muda khususnya di Sulawesi Barat, sekarang minimal latihan enam jam sehari kalau mau ikut WPC,” ucapnya.
Meski telah berhasil mengukir prestasi di tingkat dunia, tidak lantas membuat Jamaluddin berpuas diri. Dia berencana kembali mengikuti WPC yang akan digelar di Pattaya, Thailand, pada 22 September mendatang.
“Rencana tanggal 22 September saya akan berangkat kembali WPC Internasional 37 negara. Semoga dapat juara lagi,” tandasnya.
Bahkan, pria asal Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, itu mengaku memiliki target lebih besar. Dia ingin namanya tercatat sebagai salah satu dari 10 pemain terbaik dunia di WPC
Menurut Jamaluddin, pemain yang saat ini menempati peringkat pertama WPC asal Singapura pernah menjadi lawannya dalam sebuah pertandingan di Bali tahun lalu.
“Yang saya buru sekarang masuk 10 besar dunia di WPC. Yang rengking 1 sekarang dari Singapura dan saya pernah lawan di Bali tahun kemarin. Semoga target saya bisa masuk 10 besar, suatu sejarah olahraga di Indonesia selain bulutangkis,” pungkas atlet yang tergabung dalam Rotan Polis Pickleball Club Wonomulyo itu.
Jamaluddin berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan olahraga pickleball di Sulawesi Barat. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar olahraga ini semakin dikenal dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
