Mahasiswa di Polewali Unjuk Rasa, Sambut Piala Adipura
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 15 Januari 2019 20:23 WITA
875 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Arak-arakan Piala Adipura di Kabupaten Polewali Mandar, pada Selasa siang (15/1/2019), disambut aksi unjuk rasa mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Tubbi Taramanu Bersatu, di depan kantor DPRD Polewali Mandar, yang menolak piala tersebut.
Sambil membentangkan spanduk dan poster bertuliskan penolakan Piala Adipura, mahasiswa menuntut pemerintah Polewali Mandar, memperbaiki infrastruktur jalan ke Kecamatan Tutar.
" Sejak awal pak Bupati sudah menyampaikan, akan membangun desa dan menata kota, semoga itu bukan hanya sekedar janji saat berkampanye, saya harap pak Bupati bisa merealisasikan janji-janjinya karena sudah menjabat, oleh karenanya, kami menolak Piala Adipura tersebut “ tegas salah seorang massa aksi Irfan Saleri.
Mahasiswa menilai, selama ini banyak program pemerintah yang hanya menghabiskan anggaran lantaran terfokus pada penataan kota, sementara pembangunan infrastruktur pada daerah pedalaman terabaikan.
" pak bupati harus bisa merasakan penderitaan yang kami rasakan salama ini, jalan menuju kampung halaman kami dalam kondisi rusak parah dan belum pernah diperbaiki, kami kecewa, karena persoalan ini sudah puluhan tahun disuarakan namun hanya menjadi jualan politik saja jelang pemilihan “ lanjut Irfan Saleri mengungkapkan.
Dalam aksinya, mahasiswa sempat mencoba menghadang mobil yang dikendarai oleh Bupati dan rombongan, namun berhasil dihalau oleh aparat keamanan. Mahasiswa juga menegaskan bahwa pemerinta Kabupaten Polewali Mandar jangan terlena dengan prestasi yang diraihnya, karena Kabupaten ini dalam kategori kabupaten tertinggal dan termiskin di Sulbar.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah menganggarkan 30 Miliyar khusus kecamatan Tutar melalui APBD dan anggaran dari pusat yang akan direalisasikan pada tahun ini.
"jadi persoalan jalan menuju Kecamatan Tutar sesuai tuntutan dari adek-adek mahasiswa, itu sudah kita upayakan, jadi kita harus sabar karena anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit, jadi harus dilakukan step by step “ jawab Andi Ibrahim Masdar.
Bupati mengimbau kepada mahasiswa agar berpikir secara intelektual dan berbuat yang baik untuk Polewali Mandar, sebab keberadaan Piala Adipura bukan dibayar tapi hasil kerja kita.
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.