Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

83 Ekor Babi di Polman Mati Diduga Terjangkit Virus ASF

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 1 Juli 2026 20:55 WITA 276 tayangan 2 menit baca
83 Ekor Babi di Polman Mati Diduga Terjangkit Virus ASF
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sebanyak 83 ekor babi ternak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan mati akibat dugaan serangan Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Pemerintah setempat telah melakukan langkah penanganan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. “Total mati 83 ekor. Dugaan mengarah ke demam babi afrika atau african swine fever,” kata Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaini Bagenda melalui pesan singkat, Rabu (01/07/2026). Virus menyerang ternak babi warga di Dusun Salupaku, Desa Indo Makkombong, Kecamatan Matakali. Pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulbar bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros terjun ke lokasi untuk melakukan investigasi. “Investigasi kasus dilaksanakan bersama DTPHP Provinsi Sulbar dan BBVet Maros. Sampel diambil berupa organ, darah, swab hidung dan feses, hasil uji laboratorium keluar dalam waktu lima hari kerja,” ungkap Isnaini. Isnaini menjelaskan, dugaan penularan virus bermula ketika seekor babi yang didatangkan dari Kabupaten Mamasa dikandangkan bersama ternak babi warga di daerah ini, Rabu (03/06). Rencananya, babi dari Mamasa itu akan disembelih untuk keperluan hajatan. “Ada babi hidup di bawa dari Mamasa untuk disembelih. Informasi warga memang sudah sakit pada saat tiba di Salupaku,” ujarnya. Beberapa hari kemudian, sejumlah babi mulai menunjukkan gejala tertular penyakit, Selasa (09/06). Namun, kondisi tersebut belum dilaporkan kepada petugas. Kasus terungkap setelah salah seorang peternak melaporkan kematian seekor babinya yang sebelumnya mengalami gejala mirip mirip ASF, Selasa (23/06). Kematian babi lainnya terus belanjut hingga saat ini. “Kasus diketahui setelah salah satu warga melaporkan kematian seekor ternak babi miliknya. Riwayat sakit beberapa minggu, keluar darah dari hidung dan anus tiga hari sebelum mati,” terangnya. Isnaini menuturkan, Kepala  Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) Polman, Jumadil telah mengeluarkan surat himbauan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ASF. Khususnya pada beberapa wilayah yang memiliki populasi babi beresiko tinggi. “Surat himbauan kewaspadaan ASF untuk Kecamatan dan Desa dengan populasi berisiko. Diantaranya Desa Mammi di Kecamatan Binuang, Kelurahan Takatidung, Kelurahan Sulewatang dan Kelurahan Darma di Kecamatan Polewali, Desa Pasiang dan Desa Indo Makkombong di Kecamatan Matakali serta Desa Riso di Kecamatan Tapango,” bebernya. Selain itu, petugas juga melakukan pemberian obat, vitamin, serum ASF serta penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak, sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit. Peternak juga diminta mengubur atau membakar bangkai babi untuk menghentikan rantai penularan penyakit. “Langkah-langkah yang juga telah dilakukan berupa pemberian obat dan vitamin, pemberian serum ASF, peningkatan biosecurity dengan desinfeksi kandang. Termasuk mengimbau mengubur atau membakar bangkai babi untuk menghentikan mata rantai penularan penyakit,” pungkas Isnaini. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman