Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

47 Ekor Kuda Ramaikan Arak-arakan Sayyang Pattudu di Galung Tuluk Polman

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 22 September 2024 20:45 WITA 715 tayangan 2 menit baca
47 Ekor Kuda Ramaikan Arak-arakan Sayyang Pattudu di Galung Tuluk Polman
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sebanyak 47 ekor kuda meramaikan arak-arakan Sayyang Pattudu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan arak-arakan hingga menimbulkan kemacetan panjang arus lalu lintas. Arak-arakan Sayyang Pattudu berlangsung di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Minggu (22/09), sekira pukul 14.00 Wita. Warga yang berasal dari sejumlah daerah berdatangan memadati ruas jalan desa hingga jalur Trans Sulawesi yang dilalui peserta arak-arakan. Meski harus berdiri di bawah terik matahari dengan kondisi cuaca yang panas menyengat, tidak menyurutkan semangat warga yang tetap antusias menyaksikan arak-arakan Sayyang Pattudu. Sayyang Pattudu merupakan tradisi yang menampilkan atraksi kuda berjingkrak diiringi tabuhan musik rebana layaknya sedang menari. Umumnya setiap ekor kuda ditunggangi dua wanita cantik. Keduanya memakai baju adat dan tampak anggun saat duduk di atas kuda. Selain wanita, ada juga Sayyang Pattudu yang ditunggangi anak lelaki. Namun mereka memakai baju gamis panjang khas pria arab. “Tahun ini pesertanya sebanyak 47 (ekor kuda), tahun kemarin 102,” kata Kepala Desa Galung Tuluk Burhanuddin kepada wartawan, Minggu (22/09/2024). Diakui Burhanuddin, arak-arakan Sayyang Pattudu merupakan agenda rutin yang digelar warga di daerah setiap tahun, dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, acara ini juga untuk memotivasi anak-anak di daerah ini agar lebih giat mengaji. Itu sebabnya, mereka yang diarak menggunakan Sayyang Pattudu telah khatam Al-Quran. “Acara ini setiap tahun selalu ada diawal bulan maulid, sebagai motivasi bagi anak-anak kami agar lebih giat lagi mengaji. Tujuan utamanya itu, kalau dia (anak-anak) mengaji diberi motivasi, tamat mengaji dikasih naik kuda pattudu, ini langkah awal dan turun temurun sampai sekarang,” terang Burhanuddin. Dia mengungkapkan, peserta arak-arakan Sayyang Pattudu juga berasal dari daerah lain. Mereka sengaja pulang kampung demi mengikuti tradisi Sayyang Pattudu usai khatam Al-Quran. “Peserta ada dari Kabupaten Mamuju dan Pasangkayu. Mereka sengaja ke sini untuk meramaikan, karena memang orang di sini yang merantau. Jadi kalau anaknya tamat mengaji mereka sengaja pulang,” tutur Baharuddin. Baharuddin mengatakan Sayyang Pattudu merupakan tradisi warisan leluhur yang telah dilaksanakan secara turun temurun. Dia berharap, tradisi ini dapat dipertahankan. “Sayyang pattudu ini merupakan tradisi dari leluhur. Semoga ke depan pelaksanaannya lebih meriah lagi, dan dapat dipertahankan karena ini merupakan salah satu motivasi bagi anak-anak kami agar lebih rajin mengaji,” pungkasnya. (thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman