Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

2017, Indeks Demokrasi Indonesia di Sulbar Menurun.

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 17 Desember 2018 21:57 WITA 862 tayangan 2 menit baca
2017, Indeks Demokrasi Indonesia di Sulbar Menurun.
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Dalam rangka meningkatkan perkembangan demokrasi di Sulbar,  Badan Kesbangpol Sulbar menggelar Sosialisasi Perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulbar, yang digelar di Aula Maleo Town Square (Matos), Mamuju, Senin (17/12/18). Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Badan Kesbangpol Sulbar Asri menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan, sebagai bahan evaluasi pemerintah dan masyarakat, dalam melaksanakan demokrasi dan melakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraannya. Berdasarkan data BPS, IDI Sulbar 2017 mengalami penurunan yakni mencapai angka 67,74 persen, jika dibanding pada 2016 sebesar 72,73 persen. Data IDI 2017 terkumpul melaui berita surat kabar, dokumen dan wawancara mendalam,&quot. Sementra itu, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris pada kesempatan ini menyampaikan, pembangunan system politik yang demokratis, diarahkan agar mampu mempertahankan keutuhan wilayah Republik Indonesia, yang akan memberikan ruang yang semakin luas bagi perwujudan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi rakyat Indonesia. “Untuk itu, keberhasilan pembangunan sistem politik yang demokratis, perlu didukung penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan terbebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Selain itu, perlu juga memanfaatkan berbagai bentuk media massa dan penyiaran, serta berbagai jaringan informasi di pusat dan daerah secara optimal,”kata Idris. Masih kata dia, perkembangan demokrasi di masing-masing daerah atau provinsi di Indonesia, dapat dilihat dengan menggunakan alat ukur yang sama yaitu IDI. IDI berupaya mengukur demokrasi melalui tiga aspek penting, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi. Untuk itu IDI menyajikan gambaran demokrasi masing-masing provinsi berdasarkan indikator-indikator yang dikembangkan dari tiga aspek itu. Terkait perkembangan hak sipil dan politik, mantan Kepala LAN Makassar ini menyebutkan, hal tersebut dapat dibagi dalam tiga bagian, diantaranya hak untuk terbebas dari absolutisme negara, memberi jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan untuk kemajuan ekonomi dan hak untuk pembangunan. Adapun peserta sosialisasi berasal dari tim pokja IDI Sulbar, Badan Kesbangpol se-Sulbar, partai politik, Ormas, toko masyarakat, media cetak dan elektronik, HMI Manakarra Sulbar, serta OPD terkait. Hadir dalam kegiatan itu, anggota DPRD Sulbar Sukardi M. Noor, Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Rahmat Sanusi beserta jajaran, Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana, Kepala BPS Sulbar Win Rizal, serta undangan lainnya. (RLS/Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman