Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

18 Ton Sampah Menumpuk di Pasar Wonomulyo Polman, Penanganan Terkendala Cuaca

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 5 Januari 2026 17:28 WITA 198 tayangan 2 menit baca
18 Ton Sampah Menumpuk di Pasar Wonomulyo Polman, Penanganan Terkendala Cuaca
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sedikitnya 18 ton sampah kembali menumpuk di area pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Penanganan sampah tersebut terkendala akses jalan yang becek dan licin menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Pantauan wartawan, Senin (05/01), sampah menumpuk di area pelataran depan kompleks pasar Marasa di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Berbagai jenis sampah yang sebagian besar berada dalam kantong plastik dan karung itu tampak menggunung hingga merusak pemandangan. Bahkan air lindi dari tumpukan sampah yang berbau menyengat meluber ke area tempat sejumlah warga menggelar lapak dagangan. “(Jumlahnya) Kira-kira enam kontainer, sekitar 18 ton,” kata Camat Wonomulyo, Samiaji kepada wartawan, Senin (05/01/2026). Menurut Samiaji, keterlambatan penanganan sampah pasar tersebut karena akses jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sulit dijangkau kendaraan pengangkut sampah. Penyebabnya hujan yang terus mengguyur membuat kondisi jalan menjadi licin dan becek. “Ini ada kendala cuaca, karena beberapa hari hujan sehingga anggota tidak bisa membuang (sampah), karena kondisi jalan (menuju TPA) yang licin sehingga anggota beberapa hari tidak membuang sampah,” ungkapnya. Samiaji tidak menampik munculnya sejumlah titik tempat pembuangan sampah baru di wilayahnya gegera ketiadaan lokasi pembuangan sampah untuk masyarakat umum. Dia berharap kondisi cuaca segera membaik, agar penanganan sampah di daerah ini dapat dilakukan secara maksimal. “Masyarakat juga tidak ada tempat untuk pembuangan sampah makanya muncul titik-titik baru. Mudah-mudahan ini cuaca tidak lagi hujan, supaya penanganan sampah dapat kembali normal, karena kalau hujan lokasi pembuangan tidak bisa dilewati,” pungkasnya. Sementara salah satu warga bernama Sipa menyebut jika sampah itu telah menumpuk sejak 15 hari lalu. Dia mengaku keberadaan sampah itu sangat mengganggu aktivitas warga karena menimbulkan bau busuk hingga mengundang datangnya lalat dan ulat. “Lama mi, sudah ada sekitar 15 hari. Sangat mengganggu karena busuk, banyak juga lalat dan ulat,” ujarnya. Meski begitu, Sipa mengungkap jika sampah yang menumpuk di area pasar sebagian besar limbah rumah tangga dari sejumlah wilayah. Dia menyebut banyak warga yang sengaja membuang sampah di area pasar. “Tidak bisa habis, karena biar sudah dibersihkan datang lagi orang buang sampah, dibersihkan datang lagi. Biar orang dari daerah lain datang juga buang sampah di sini,” tuturnya meyakinkan. Sipa berharap, tumpukan sampah itu dapat segera ditangani. Dia pun meminta warga agar tidak lagi memanfaatkan pelataran pasar Wonomulyo sebagai tempat untuk membuang sampah. “Harapannya supaya segera bersih ini tempat. Warga juga, jangan lagi buang sampah di sini,” tandasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman