Pj Gubernur Bahtiar Perintahkan Dinkes Sulbar Intervensi Kasus DBD di Polman
Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin. (ist)

Pj Gubernur Bahtiar Perintahkan Dinkes Sulbar Intervensi Kasus DBD di Polman

POLEWALI MANDAR,- Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin perintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar untuk mengintervensi penanganan kasus demam berdarah (DBD) di Desa Ambopadang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Sebab, angka kasus penderita DBD di desa tersebut terus bertambah menjadi 95 dan sebelumnya telah ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

“Segera turun ke lokasi, tangani yang sakit dan bantu keluarga. Lakukan fogging massal,” kata Bahtiar dalam keterangannya, Jumat (18/10/2024).

Bahtiar juga meminta OPD terkait agar berkoordinasi dengan Pemkab serta Forkopimda, untuk kerjabakti massal sebagai upaya mencegah peningkatan kasus DBD di setiap wilayah.

Sementara Kepala Dinkes Sulbar drg Asran Masdy menuturkan, telah tercatat 95 kasus DBD yang terpusat di Desa Ambopadang, Kecamatan Tutar, per tanggal 17 Oktober 2024. Kasus pertama dilaporkan pada 25 September 2024 dan terus bertambah 2 kali lipat dalam kurun waktu 2 pekan.

“Melalui laporan tersebut, tim TGC Puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi pada alamat pasien untuk mendeteksi adanya penambahan kasus. Hasil kegiatan ditemukan 5 kasus tambahan dalam satu rumah. Kasus kemudian terus bertambah 2 kali lipat lebih dalam kurun waktu 2 minggu, total kasus per tanggal 17 Oktober 2024 sebanyak 95 kasus,” terangnya.

Dia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk memutus rantai penyebab penularan virus DBD. Mulai dari fogging atau pengasapan hingga pemberian bubuk abate.

“Berbagai intervensi dilakukan seperti fogging dan pemberian bubuk abate pada tanggal 26 September, tgl 30 September dan 5 Oktober. Selain itu melakukan pertemuan di kantor Desa 30 September 2024 dihadiri kepala  Desa, kepala dusun, kader, babinkamtibmas dan masyarakat dalam rangka mensosialisasikan masyarakat tentang bahaya DBD,” jelas Asran.

Diakui Asran, hingga Kamis, 17 Oktober 2024 masih ada puluhan pasien DBD masih jalani perawatan intensif. Namun 72 orang sudah dinyatakan sembuh.

“Terakhir situasi sampai 17 oktober,  perawatan pasien kasus DBD pada Pustu sebanyak 19 orang, rawat inap di Puskesmas Tutar 2 orang, rapat inap di Puskesmas Batupanga 1 orang, persiapan rujuk ke rumah sakit wono 1 orang,” bebernya.

Sebagai intervensi jangka pendek, Asran menyebut akan dibangun tenda darurat untuk memudahkan pelayanan pasien di Desa Ambopadang.

“Intervensi jangka pendek, untuk pelayanan perawatan di Pustu akan dibangunkan tenda darurat,  berkoordinasi dengan BNPB, dan berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Batupanga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 53 warga dilaporkan terjangkit virus demam berdarah (DBD) di Desa Ambopadang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Dinas Kesehatan setempat kini menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) karena penularan virus begitu cepat.

“Tiba-tiba muncul dan penyebarannya begitu cepat, sehingga kita tetapkan KLB untuk langkah penanganan,” kata pengelola penanganan DBD, Dinkes Polman, Syamsul kepada wartawan. Jumat (11/10).

Lebih lanjut Syamsul mengatakan, status KLB ditetapkan selama 21 hari ke depan. Dia mengaku pemerintah setempat bersama pihak Puskesmas telah melakukan langkah penanganan.

“Salah satunya dengan memasifkan fogging atau pengasapan untuk membasmi jentik nyamuk penyebab menularnya DBD,” jelasnya. (thaya)

__Terbit pada
18/10/2024