Akmal Malik Harap Tokoh Agama Kompak Jaga Persatuan
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 12 Maret 2023 09:49 WITA
307 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Akmal Malik meminta para tokoh agama tetap kompak menjaga persatuan. Hal itu diungkapkan Akmal, dalam acara Kemah Kebangsaan yang dihadiri sejumlah tokoh agama dan generasi muda antar umat beragama.
"Saya Harap tokoh - tokoh Sulbar dari berbagai agama tetap kompak dan terus menjaga persatuan ditengah perbedaan,"kata Akmal dalam keterangannya yang diterima wartawan, Sabtu (11/03/2023).
Kegiatan kemah kebangsaan digelar Dinas Kesbangpol Sulbar. Berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (10-11/03) di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa.
Akmal Malik juga mengungkapkan harapan, agar kegiatan kemah kebangsaan tersebut mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis dan kuat serta terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan. Khususnya bagi masyarakat Sulbar dan Kabupaten Mamasa.
"Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia, mari kita bangga menjadi bagian dari Indonesia," tuturnya.
Kemah kebangsaan ini mengambil tema ‘Membangun Kecerdasan Berbangsa Melalui Temu Tokoh Agama, Generasi Muda Antar Umat Beragama Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam kegiatan ini, sejumlah pembacara dihadirkan. Diantaranya, pengamat kebijakan publik Indonesia, Andrianof Chaniago, Wakil Sekjen PBNU, Muhammad Najib Azca dan Cendekiawan Muslim Muhammadiyah, Sukidi Mulyadi.
Pada kesempatan itu, Cendekiawan Muslim Muhammadiyah, Sukidi Mulyadi, mengemukakan peran para sosok pahlawan yang berjuang dengan tulus untuk memerdekakan bangsa Indonesia. Dia menyebut gaya hidup sederhana para pejuang semestinya dicontoh pemimpin saat ini.
"Indonesian dream adalah impian saya sebagai mana yang diimpikan oleh para pahlawan bangsa,"ujarnya.
Sukidi juga menyebut pondasi negara Indonesia adalah Negara ketuhanan atau bangsa yang religius, serta menjaga kerukunan antar umat beragama.
"Kita semua terpanggil untuk merawat, memajukan dan membuat indonesia sesuai didikan para pendiri,"tandasnya.
Sementara Wakil Sekjen PBNU Muhammad Najib Azca, menyebut kebinekaan yang dibentuk para tokoh pejuang harus tetap dijaga, karena menyimpan banyak pelajaran tentang perbedaan.
"Perbedaan merupakan salah satu kategori kerawanaan yang dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, maka dari mari kita jaga bersama,"pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Djamil Barambanggi, para Kepala OPD Pemprov Sulbar, pejabat Pemkab Mamasa dan tamu undangan lainnya. (farid/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
