Keluarga Menolak Dirujuk, Upaya Pengobatan Medis Bayi Rifki Septian Urung Dilanjutkan
MAPILLI,- Upaya pengobatan medis terhadap Rifki Septian (20 bulan), bayi malang asal Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, yang diduga menderita gangguan pencernaan hingga membuat kondisi perutnya terus membesar dan mengeras, urung dilanjutkan lantaran mendapat penolakan dari pihak keluarga.
Penolakan tersebut disampaikan kepada petugas, saat Rifki yang merupakan anak pasangan Nasaruddin dan Rusmiati, menjalani pemeriksaan medis Puskesmas Mapilli, Jumat sore kemarin (21/06/19).
Pihak Puskesmas sempat mendatangkan Babinsa serta Kepala Desa Buku, untuk membujuk keluarga pasien agar bersedia membawa Rifki ke rumah sakit guna dilakukan pengobatan lebih lanjut, namun tidak membuahkan hasil.
“ Seperti yang disampaikan pihak puskesmas, kami juga telah berupaya meyakinkan pihak keluarga agar Rifki segera di rujuk untuk mendapat pengobatan lebih lanjut, namun tidak tau kenapa mereka tetap saja tidak bersedia, tapi Insya Allah kami akan tetap berupaya mendekati kedua orang tuanya, agar bersedia membawa anaknyake rumah sakit “ ujar Kepala Desa Buku, Aminuddin.
Salah seorang nenek Rifki bernama Rustam juga mengaku tidak dapat berbuat banyak, lantaran penolakan tersebut datang dari kedua orang tua Rifki, “ Saya juta takut mengambil keputusan apalagi yang menolak adalah orang tuanya sendiri, takutnya jangan sampai ada apa-apa saya yang disalahkan “ kilah Rustam.
Sementara sang ibu Rusmiati memilih diam ketika hendak dikonfirmasi wartawan, terkait alasan menolak jika anaknya di rujuk ke rumah sakit.
Kepala Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani mengungkapkan, bahwa sesuai petunjuk dokter Rifki harus segera dirujuk ke rumah sakit, untuk menjalani perawatan yang lebih intensif melihat kondisi perutnya yang sudah semakin membesar.
“ Rencananya hari ini (jumat kemarin) sesuai petunjuk dari dokter, pasien akan kami rujuk ke rumah sakit umum Polewali Mandar namun entah kenapa pihak keluarga tiba-tiba menolak, padahal sebelumnya saat kami berkunjung ke rumah keluarga pasien, pihak keluarga mengaku bersedia asalkan ada bantuan biaya pengobatan “ kata Saldy kepada wartawan.
Kendati penolakan tersebut dikuatkan keluarga melalui selembar surat yang telah ditandatangani, pihak Puskesmas tetap berharap kelak Rifki dapat melanjutkan pengobatan medis agar segera sembuh dari sakit yang dideritanya.
“ Walaupun pihak keluarga telah menandatangani surat penolakan, yang pasti pihak puskemas akan tetap memberikan pelayanan jika sewaktu-waktu keluarga Rifki berubah pikiran “ pungkas Saldy menambahkan.
Berbekal kartu BPJS, sebenarnya Rifki telah pernah mendapat perawatan medis di rumah sakit Polewali Mandar, dan dianjurkan dibawa ke rumah sakit Makassar untuk dilakukan operasi, namun waktu itu tidak dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan.
Pihak keluarga justru membawa Rifki pulang meninggalkan rumah sakit, dan melanjutkan pengobatan dengan bantuan dukun di kampung halaman.
Lantaran merasa pengobatan dengan bantuan dukun berhasil menyembuhkan penyakit yang diderita Rifki, pihak keluarga akhirnya berhenti memeriksakan kondisi Rifki ke pihak medis, hingga akhirnya penyakit yang dideritanya kambuh kembali.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Rifki Septian didiagnosa menderita Volvolus, sejenis gangguan pencernaan yang menyebabkan obtruksi usus, sehinga makanan, cairan ataupun gas tidak mengalir secara normal melalui saluran pencernaan. (Thaya)








