54 Murid MI DDI di Wonomulyo Polman Numpang Belajar di Masjid karena Kekurangan Rumbel
Foto suasana murid MI DDI 362 mengikuti proses belajar di Masjid Jami Babussalam, Desa Sumberjo, Kabupaten Polman, Selasa (15/07/2025).

54 Murid MI DDI di Wonomulyo Polman Numpang Belajar di Masjid karena Kekurangan Rumbel

POLEWALI MANDAR,- Sedikitnya 54 murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darud Da’wah Wal Iryad (DDI) 362 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpaksa menumpang di masjid untuk mengikuti proses pembelajaran. Sebabnya, madrasah tempat mereka menuntut ilmu kekurangan ruang belajar (rumbel).

Pantauan wartawan, Selasa (15/07), para murid menumpang mengikuti proses belajar di lantai 2 Masjid Jami Babussalam, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo. Letak Masjid ini berhadapan dengan MI DDI 362 Sumberjo.

Para murid mengikuti proses belajar dengan fasilitas minim. Mereka duduk melantai beralaskan karpet tipis karena ketiadaan kursi.

“Kurang lebih 54 siswa kami belajar di masjid. Efek jumlah siswa lebih banyak dari jumlah rumbel yang dimiliki,” kata Kepala Sekolah  MI DDI 362, Suyanto kepada wartawan, Selasa (15/07/2025).

Menurut Suyanto, pemanfaatan Masjid Jami Babussalam sebagai tempat melangsungkan proses pembelajaran telah berlangsung sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, murid kelas VI yang mengikuti proses belajar di masjid tersebut.

“Yang belajar di masjid itu ada dua kelas, semuanya kelas enam. Dari tahun 2020 sudah mulai belajar melantai di masjid,” ujarnya.

Suyanto mengungkapkan, pihaknya kekurangan rumbel karena dari tahun ke tahun jumlah anak yang mendaftar di madrasah ini selalu bertambah. Diakui, warga semakin antusias menyekolahkan anaknya di madrasah ini.

“Mereka (murid) tetap semangat sekolah di madrasah ini, dibuktikan dengan penerimaan tahun ini antusias masyarakat masih tinggi. Kita tidak bisa menahan atau membatasi orang tua, karena antusias ingin menyekolahkan anaknya di madrasah,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengatakan jika madrasah yang dipimpinnya saat ini kekurangan 3 hingga 4 rumbel. Diakui, MI DDI 362 hanya memiliki 7 ruangan, 5 ruangan difungsikan sebagai rumbel.

“Kita masih kekurangan 3 sampai 4 rumbel. Total ruangan di madrasah yang ada 7 unit, 1 difungsikan sebagai kantor, 1 lagi dalam kondisi rusak berat,” tutur Suyanto.

Suyanto mengaku telah menyampaikan masalah ini kepada Kementerian Agama yang menaungi sekolah madrasah. Masalah ini juga telah disampaikan kepada pemerintah setempat yang diakui telah pernah memberikan bantuan.

“Tentu kami koordinasi dengan pihak terkait dan kementerian agama yang bisa mendukung kami,” tandasnya.

Sementara salah satu murid bernama Najwa mengungkapkan kondisi yang dialami selama mengikuti proses belajar di masjid dengan fasilitas minim. Dia mengaku kerap merasa sakit di punggung lantaran keseringan membungkuk.

“Sakit belakang, sakit pinggang karena belajarnya duduk (melantai),” ucapnya.

Najwa berharap kepada pemerintah memberikan bantuan agar madrasah tempatnya menuntut ilmu segera memiliki rumbel baru.

“Kita mau ada kelas baru di sekolah, berharap pemerintah memberikan perhatian dan bantuan,” pungkasnya. (thaya)

__Terbit pada
15/07/2025
__Kategori
Pendidikan