2 Pelajar SMK Tewas Tenggelam di Kawasan Air Terjun Loleang Mamasa, Pihak Sekolah Diminta Beri 1 Kerbau
Pertemuan mediasi pihak SMK Sumarorong dengan keluarga korban tewas tenggelam di Polsek Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Minggu (08/12/2024)

2 Pelajar SMK Tewas Tenggelam di Kawasan Air Terjun Loleang Mamasa, Pihak Sekolah Diminta Beri 1 Kerbau

MAMASA,- Pihak SMK Negeri 1 Sumarorong diminta memberi 1 ekor kerbau setelah 2 muridnya tewas tenggelam saat berenang di kawasan wisata Air Terjun Loleang, di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sebab, pihak sekolah dianggap lalai melakukan pengawasan saat berkegiatan.

“Saya kira dalam hal ini pihak sekolah harus menyadari dan sudah diterima juga bahwa sekolah perlu banyak evaluasi, khususnya dalam mengontrol anak-anak dalam berkegiatan. Dan diakui juga ada kelalaian pihak sekolah dalam hal ini,” kata Camat Sumarorong, Sutrisno kepada wartawan, Senin (09/12/2024).

Menurut Sutrisno, permintaan tersebut telah disepakati antara pihak sekolah dan keluarga korban saat melakukan pertemuan di Polsek Sumarorong, Kecamatan Sumarorong, Minggu (08/12).

“Jadi kami berada di Polsek Sumarorong membicarkan mediasi keluarga, sehubungan terjadinya bencana kecelakaan anak di SMK. Mereka sepakat mananggung bersama apa yang kita alami baik dari keluarga pihak korban maupun pihak sekolah, dengan satu pemahaman yang terjadi ini adalah duka cita bersama,” ungkapnya.

Sutrisno juga menyebut jika pihak keluarga korban tidak menentukan ukuran dan nilai kerbau yang harus disiapkan pihak sekolah.

“Saya tidak tau nilainya, tetapi saya kira sudah sepakat mereka. Nilai dari kerbaunya sesuai kemampuan sekolah, besar atau kecil, yang saya dengar satu ekor,” tandasnya.

Hal sama disampaikan Kapolsek Sumarorong Iptu Reinhard. Dia menyebut jika pihak sekolah dan keluarga korban telah bersepakat menanggung bersama biaya kedukaan.

“Antara pihak korban dan pihak sekolah diambil keputusan bersama atau kesepakatan, pihak sekolah akan membatu dalam bentuk materi dalam hal persemayaman jenazah,” ungkap Reinhard.

Reinhard membenarkan jika dalam pertemuan tersebut disepakati jika pihak sekolah akan menyiapkan seekor kerbau untuk diserahkan kepada keluarga korban.

“(Informasinya akan bawa kerbau) seperti itulah kemungkinannya. Saya dengar satu ekor, itu antara mereka juga (keluarga korban dan pihak sekolah) di luar dari kami, kami hanya mempertemukan kedua belah pihak dan sepakat mengambil keputusan bersama,” tuturnya.

Menurut Reinhard, pihak kepolisian memberi kesempatan kepada kedua belah pihak jika ingin menyelesaikan masalah ini secara adat.

“Kalau adat istiadat mungkin seperti itu, karena saya sudah jelaskan, kami aparat kepolisian melakukan tindakan secara hukum. Tapi kami juga memberi kesempatan kedua belah pihak, ketika ada jalan untuk berdamai secara adat,” jelasnya.

Sementara salah satu keluarga korban bernama Sinta, mendesak pihak sekolah bertanggung jawab terkait pelaksanaan kegiatan yang merenggut korban jiwa itu.

“Kami berharap sekolah bertanggung jawab, karena kami mengikutkan adik kami untuk kegiatan di sekolah, tidak ada bahas akan pergi ke tempat wisata,” ucapnya.

Dia mengaku kecewa, peristiwa salah satu korban tewas yang merupakan adiknya bernama Amelia (17), baru dicari setelah pihak keluarga melapor ke Polisi.

“Tidak ada kabar sampai di rumah kalau ada orang tenggelam, mamanya pergi melapor ke kantor polisi baru mencari, tidak ada pihak sekolah inisiatif menyampaikan, ini inisiatif sendiri mencari,” pungkas Sinta.

Diberitakan sebelumnya, 4 pelajar SMK tenggelam saat berenang di kawasan wisata Air Terjun Loleang, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sabtu (07/12). Keempat korban baru saja mengikuti penutupan kegiatan palang merah remaja yang dilaksanakan pihak sekolah di tempat itu.

1 korban tewas bernama Julping (16) ditemukan bersama 2 korban selamat bernama Julia (16) dan Vivin Hartuti (17), Sabtu (07/12). Sementara korban tewas lain bernama Amelia (17) baru ditemukan, Minggu (08/12). thaya

__Terbit pada
09/12/2024
__Kategori
Peristiwa