
Seorang Remaja Jadi Korban Pengeroyokan di Pantai Bahari-Polman
POLEWALI,- Keributan melibatkan sekelompok remaja kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar. Seorang remaja berinisial RAP (16 tahun), menderita sejumlah luka memar, setelah menjadi korban pengeroyokan.
Selain ditendang dan dipukul menggunakan tangan, sang remaja juga diserang menggunakan sepotong kayu.
Detik-detik persitiwa pengeroyokan yang diketahui terjadi di Pantai Bahari, Kecamatan Polewali, Senin pagi, sekira pukul 06:00 wita, terekam kamera warga, yang videonya telah beredar luas.
Dalam potongan video pendek berdurasi 15 detik tersebut, terlihat korban yang mengenakan sweater berwarna putih, berupaya menghindari serangan dengan menutupi wajah dan kepalanya menggunakan kedua tangan.
Peristiwa pengeroyokan ini usai, setelah warga setempat turun tangan mengamankan korban dan membubarkan kelompok remaja yang melakukan pengeroyokan.
Diketahui, peristiwa pengeroyokan ini dipicu persoalan lama yang melibatkan korban. Sebelumnya korban menduga, masalah tersebut telah selesai, “ Kan natanya baik-baikka dulu toh, kau yang pernah mau anu (pukul) adekku toh, saya bilang iya, “ kata RAP, menceritakan kronologis kejadian kepada wartawan, usai memberikan keteragan kepada polisi, Senin sore (26/04/2021).
“ Kemudian dia menjawab saya kakaknya. Kemudian saya mengatakan, saya kira sudah damai..?? dia menjawab tidak ada damainya dan langsung naborongika (mengeroyok), “ sambung RAP.
Pelaku pengeroyokan diketahui berjumlah 7 orang. RAP menyebut, pria yang memukulnya menggunakan potongan kayu, adalah pimpinan kelompok remaja yang melakukan pengeroyokan, “ Ada tujuh orang yang pukulka, termasuk yang pernah bermasalah dengan saya. Yang pukul saya dengan balok itu adalah bosnya, “ terang RAP.
Menurut salah seorang warga, sejak memasuki bulan suci ramadhan, keributan melibatkan sekelompok remaja telah berulang kali terjadi di Pantai Bahari. Warga berharap, pemerintah melakukan upaya mencegah terjadinya keributan, “ Selalu memang (terjadi keributan), ini saja sudah dua kali kejadian di sini sejak awal puasa juga. Harus ada upaya, agar keributan tidak terulang kembali, “ pungkas Wawan, di lokasi keributan. (Thaya)







