Aksi Protes Warnai Operasi Pasar Bawang Putih Murah di Wonomulyo
WONOMULYO ,- Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Polewali Mandar, menggelar operasi pasar murah untuk mengantisipasi lonjakan harga bawang putih, jelang hari raya Idul Fitri, berlangsung di Jalan Padi Unggul 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu siang (29/05/19).
Operasi pasar ini diwarnai aksi protes para pembeli yang didominasi ibu rumah tangga. Selain karena banyaknya warga yang datang membeli dan memaksa untuk dilayani lebih cepat, hingga membuat petugas kebingungan, tidak sedikit warga yang kembali mendatangi petugas, lantaran merasa bawang putih yang dibelinya kurang atau tidak sesuai dengan timbangan.
Bahkan ada pembeli yang kembali datang ke lokasi operasi pasar murah, sambil membawa timbangan dari rumah, untuk membuktikan takaran bawang putih yang dibelinya tidak cukup.
“ Takutnya petugas tidak percaya, makanya saya bawa timbangan kesini, tadi saya beli 2 kilogram bawang, tapi setelah saya timbang di rumah ternyata takarannya kurang “ ungkap warga yang menolak menyebutkan namanya tersebut.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang petugas beralasan itu terjadi lantaran banyaknya warga yang terburu-buru untuk dilayani sehingga petugas keliru memperhatikan angka pada timbangan, “ Yang pasti saat mereka datang kesini untuk membeli, banyak warga yang melihat angka pada timbangan, memang ada yang kadang lebih sedikit atau kurang sedikit, tapi itu semua bukanlah kesengajaan, hanya saja warga yang kadang enggan bersabar dan terburu-buru mengambil bawang yang dibelinya saat proses penimbangan masih berjalan “ .
Selama operasi pasar berlangsung, terlihat keberadaan pembeli yang tidak hanya didominasi ibu rumah tangga saja tetapi warga yang diduga pedagang bawang, yang melakukan pembelian bawang putih dalam jumlah banyak.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Nasir mengaku, bahwa operasi pasar bawang putih murah ini sebenarnya difokuskan untuk masyarakat, “ Cuman karena ada pertimbangan, dari perusahaan tidak mau mengecer dalam jumlah kecil langsung perkarung, makanya mereka langsung melayani pembeli dengan jumlah banyak kemasan 20 kilogram perkarung, sementara dari dinas melayani pembeli dalam jumlah kecil saja “ ungkapnya di lokasi pelaksanaan operasi pasar murah.
Nasir juga merinci, kementrian pertanian menyiapkan sedikitnya 9 Ton bawang putih yang didistibusikan pada dua titik di Kabupaten Polewali Mandar, “ sebenarnya ini satu titik tapi kami minta tambahan jadinya ada 2 titik, sebelumnya kita telah distribusikan sebanyak 4 ton, hari ini sebanyak 5 ton “ sambung Nasir.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Kaco mengaku senang dengan adanya operasi pasar yang diakui dapat meringankan bebena ekonomi warga, “ Tadinya saya tidak berniat untuk membeli, tapi karena harganya murah makanya saya kesini, hitung-hitung bisa sedikit mengurangi biaya jelang hari lebaran, di mana biasanya harga kebutuhan kembali melambung tinggi “ ujarnya sambil tertawa.
Pada pelaksanaan operasi pasar ini, bawang putih dijual seharga 25 ribu rupiah perkilogramnya, jauh lebih murah dari harga bawang putih di pasaran, yang mencapai 50 ribu rupiah perkilogramnya. (Thaya)








