Syamsul Samad Siap Bantu Biaya Pendidikan Lulusan Pesantren Nuhiyah Pambusuang di Polman
Foto Istimewa : Ketua Komisi I Sulbar Syamsul Samad beri sambutan saat perpisahan siswa di Pesantren Nuhiyah Pambusuang, Senin (18/05/2026).

Syamsul Samad Siap Bantu Biaya Pendidikan Lulusan Pesantren Nuhiyah Pambusuang di Polman

POLEWALI MANDAR,- Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) Syamsul Samad hadiri penamatan siswa siswi Pesantren Nuhiyah Pambusuang di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Dia mengaku siap membiayai kuliah salah satu alumni sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan.

“Kalau ada yang tidak lulus beasiswa pemerintah dan tidak mendapatkan beasiswa lain, satu orang alumni akan saya tanggung biaya kuliahnya sampai selesai,” kata Samsul dalam keterangannya, Selasa (19/05/2026).

Penamatan siswa-siswi MI, MTs, dan MA Pesantren Nuhiyah Pambusuang Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Senin (18/05) kemarin. Politisi Partai Demokrat itu juga menyampaikan komitmen memberi bantuan sebesar Rp10 juta setiap tahun bagi pesantren guna mendukung kebutuhan pendidikan dan operasional.

Syamsul mengaku merasa terhormat saat diberi kesempatan memberikan sambutan di lingkungan pesantren.

“Bagi saya ini suatu kehormatan bisa memberikan sambutan di pesantren, sebagai anak yang bukan berasal dari pesantren,” tutur Ketua KONI Sulbar itu.

Pada kesempatan itu, Syamsul juga menyampaikan sambutan penuh motivasi dan refleksi tentang dunia pesantren.

Jika waktu bisa diputar, Ia mengungkapkan keinginan merasakan pendidikan di lingkungan pesantren.

“Kalau waktu bisa diputar kembali, saya ingin sekolah di pesantren. Karena tidak semua anak diberi keberkahan takdir untuk hidup di pesantren,” ucap Syamsul meyakinkan.

Lanjut Syamsul mengatakan, Pesantren Nuhiyah Pambusuang memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, serta pemahaman keagamaan para santri melalui tradisi belajar kitab kuning dan pendidikan karakter yang kuat. Ia juga mengapresiasi banyaknya alumni pesantren yang sukses di berbagai bidang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, akademik, hingga pemerintahan.

“Mereka memiliki kemampuan public speaking yang bagus dan argumentasi yang kuat. Itu ciri khas anak-anak pesantren,” bebernya.

Syamsul lalu memberikan motivasi kepada para alumni agar terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Serta berpesan kepada para santri untuk senantiasa menghormati guru sebagai sosok yang telah menurunkan ilmu kepada murid-muridnya

“Sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak kuliah, pemerintah, swasta, hingga perguruan tinggi di seluruh dunia banyak menyediakan beasiswa. Ketemu guru di jalan, apapun pangkat kita, cium tangan adalah bentuk penghormatan pertama. Itu jalan mendapatkan keberkahan hidup,” pintanya. (Tamrin)

__Terbit pada
19/05/2026