
Hari Perempuan
Sajak 1975, tanggal 8 Maret ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day.
Hari Perempuan Internasional merupakan momentum bagi kaum perempuan untuk menggelorakan seruan kesetaraan gender.
Penetapan International Women’s Day berawal dari gerakan aksi 15.000 perempuan di New York, Amerika Serikat. Gerakan itu menyuarakan tuntutan peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.
Pertama kali Hari Perempuan dirayakan di Amerika Serikat pada 28 Februari 1909 dalam bentuk deklarasi yang dilakukan oleh Partai Sosialis Amerika.
Pada 1910 Pemimpin ‘Kantor Perempuan’ Clara Zetkin mengajukan gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional. Gagasan itu menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan.
Gagasan tersebut mendapat dukungan peserta Konferensi Perempuan dari 17 negara yang beranggotakan 100 perempuan. Konferensi menyepakati 19 Maret 1911 sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.
Pada 8 Maret 1913 Pergerakan Perempuan di Rusia menggelar aksi damai menentang Perang Dunia I. Setahun kemudian pada tanggal yang sama perempuan seantero Eropa menggelar aksi dengan tuntutan yang sama: membentang Perang Dunia I.
Di era Perang Dunia II, tanggal 8 Maret menjadi momentum negara-negara semua benua melakukan advokasi kesetaraan gender.
Pada 2011 Presiden Amerika Serikat Barack Obama (ketika itu) menetapkan bulan Maret sebagai “Bulan Sejarah Perempuan”.
Hungga kini, kesetaraan gender masih timpang. Secara global taraf pendidikan, kesehatan dan posisi perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki. Sedangkan angka kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terus bertambah.
Sejatinya kesetaraan gender tidak hanya untuk perempuan, tetapi untuk semua orang yang hidupnya akan diubah oleh dunia yang lebih adil.
Tidak dipungkiri sudah ada kemajuan bagi kaum perempuan. Banyak perempuan yang mendapat kepercayaan menduduki jabatan publik.
Selamat Hari Perempuan Internasional 2023. Momentum bagi para perempuan hebat untuk menyuarakan hak-hak dan menunjukan eksistensinya. (emdanial)







