
TNI-Warga Perbaiki Jembatan Gantung Rusak Parah di Mamasa untuk Dilalui Murid SD ke Sekolah
MAMASA,- Sejumlah prajurit TNI bersama warga gotong royong memperbaiki jembatan gantung rusak parah yang menyulitkan murid sekolah dasar (SD) 006 Botteng menuju sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Proses perbaikan jembatan ditarget rampung pekan depan.
“Kami melaksanakan kegiatan perbaikan jembatan di Desa Botteng, kebetulan kami mendapat informasi bahwa keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan,” kata Dandim 1428 Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan kepada wartawan, Sabtu (06/12/2025).
Jembatan gantung yang diperbaiki terletak di wilayah Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan. Sudah tiga tahun jembatan sepanjang 30 meter yang merupakan akses utama murid SD 006 Botteng menuju sekolah dalam kondisi rusak parah hingga tidak dapat dilalui.
Edwin menyebut perbaikan jembatan menggunakan dana donasi yang digalang bersama Komunitas Vertikal Rescue Indonesia.
“Setiap harinya anak-anak harus menyeberang sungai dan ketika banjir mereka tidak dapat ke sekolah. Karenanya kami mengajak komunitas vertikal rescue Indonesia untuk bersama-sama menggalang dana sehingga kami bisa memperbaiki jembatan ini agar berfungsi kembali setelah tiga tahun rusak,” ujarnya.
Lebih lanjut Edwin mengungkap jika pihaknya telah mendata sedikitnya 20 jembatan rusak yang biasa dilalui anak sekolah di daerah ini. Dia berharap seluruh jembatan tersebut dapat segera dibenahi untuk memudahkan aktivitas warga khususnya anak-anak yang hendak ke sekolah menuntut ilmu.
“Sesuai arahan bapak Presiden bahwa beliau akan memprioritaskan pembangunan jembatan-jemabtan yang diperuntukkan bagi anak sekolah. Itu kami tindaklanjuti mencari data..kami temukan sudah 20 titik di Mamasa yang akan diprioritaskan dan akan terus kami cara datanya sehingga kebutuhan jembatan di wilayah Mamasa ini bisa terpenuhi,” tandasnya.
Sementara perwakilan Komunitas Vertikal Rescue Indonesia, Roki Saputra mengatakan progres perbaikan jembatan telah mencapai 50 persen. Dia menargetkan perbaikan jembatan bisa tuntas sepekan kemudian.
“Kita sudah memasuki 50 persen pengerjaan dan kemungkinan 7 hari lagi akan selesai,” ucapnya.
Roki menyebut seluruh proses perbaikan jembatan melibatkan warga setempat. Dia mengaku akan berupaya agar perbaikan jembatan tuntas lebih awal untuk memudahkan anak sekolah menyeberangi sungai karena sudah memasuki musim penghujan.
“Pengerjaan ini melibatkan masyarakat juga terkait pemasangan papan dan pengecetan. Target kita (pengerjaan) dua minggu, tapi kita upayakan sebelum dua minggu bisa dilalui, karena melihat kondisi sekarang sudah masuk musim penghujan,” terang Roki.
Kepala Desa Botteng M Tahir mengucapkan terima kasih atas perhatian Kodim 1428-Mamasa dan seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu proses perbaikan jembatan gantung di daerahnya.
“Kami selalu pemerintah desa sangat mengapresiasi atas partisipasi Dandim dan seluruh elemen yang turut membantu perbaikan jembatan di daerah kmi yang masih sangat memprihatinkan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang polisi bernama Bripka Muh Nur Alam dan guru bernama Hasmar menunjukkan dedikasinya dengan menggendong siswa SD menyeberang sungai di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Keduanya membantu siswa menuju sekolah setelah jembatan yang berada di wilayah itu rusak parah tidak bisa dilalui.
“Sangat prihatin terhadap kondisi jembatan yang ada sebagai akses penghubung utama siswa kami menuju ke sekolah. Kalau deras hujan siswa kami terpaksa diliburkan karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan dilakukan proses belajar semestinya, ketika siswa kami pergi ke sekolah tiba-tiba hujan mendadak otomatis siswa kami terperangkap di sekolah ini,” kata Hasmar kepada wartawan, Jumat (24/10). (thaya)







